MAGELANG, KOMPAS.com — Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah, menyatakan, kematian ratusan ayam di dua desa di daerah itu positif karena serangan flu burung atau Avian Influenza (AI).
Kepala Dinas Peterikan Pemkab Magelang Tri Agung, didampingi Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Jhon Maughlapy, di Magelang, Senin (6/4), mengatakan, sebanyak 120 ayam kampung di Dusun Karet, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan dan 255 ekor lainnya di Dusun Banar, Desa Deyangan, Mertoyudan, mati secara mendadak beberapa waktu lalu.
"Hasil tes cepat oleh petugas kami menunjukkan bahwa penyebabnya adalah positif AI," katanya.
Ia menjelaskan di Dusun Karet terdapat 425 ayam kampung, sedangkan di Dusun Banar 562 ekor.
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil tes secara menyeluruh atas kematian ayam itu dari Laboratorium Veteriner di Yogyakarta.
Ia mengatakan, petugas telah melakukan pengendalian kemungkinan penyebaran AI antara lain melalui penyemprotan desinfektan kepada semua unggas.
Pihaknya juga mengingatkan warga setempat untuk tidak membuang bangkai unggas secara sembarangan. Unggas yang mati harus dibakar dan dipendam di dalam tanah.
Warga setempat, katanya, diminta tidak menjual ayam keluar dusun guna mencegah penyebaran penyakit AI.
"Karena untuk tahun ini kami sudah tidak memiliki persediaan vaksin sehingga kami lebih menekankan untuk biosekuriti," katanya.
Selama tahun 2008, katanya, terdapat 35 kasus AI di daerah itu, sedangkan tahun 2007 sebanyak 55 kasus.
Ia mengatakan, selama tahun 2008, pihaknya mendapatkan 400.000 dosis vaksin dari alokasi pemerintah pusat di Jakarta dan 40.000 dosis dari alokasi pemkab setempat.
Vaksin dari pemerintah pusat itu telah digunakan untuk 433.226 unggas, baik ayam, itik, mentok, maupun puyuh, sedankan vaksin dari pemkab setempat untuk 42.678 unggas.