
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Regina Marva Aurelia (4), warga Jl Bantar No 27 RT 08 RW 01, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia karena terjangkit demam berdarah dengue (DBD).
Regina, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Ny Pipih Sopiahatulsodiah (35) dan Sulistiyo (37), meninggal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu, sekitar pukul 21.00.
Pipih mengemukakan, Kamis, anaknya sakit panas sejak pulang sekolah TK, Sabtu (28/3), dengan muntah-muntah disertai demam.
Kemudian bocah itu dibawa ke dokter dan diberi obat panas disertai saran oleh dokter bila dalam jangka waktu dua hari ia masih panas, maka pasien harus dibawa ke rumah sakit.
Namun, selama dua hari Regina masih demam serta buang air besar mengeluarkan bercak darah. Pipih merasa khawatir sehingga Senin (30/3) anaknya dibawa ke Rumah Sakit Jasa Kartini, di Tasikmalaya.
Regina kemudian dirawat, tetapi demamnya masih juga tinggi. Selain itu, orang tua Regina meragukan kelengkapan alat pemeriksaan di rumah sakit tersebut sehingga pada Rabu pagi (1/4) ia membawa anaknya untuk di rawat di RSHS.
Namun, sesampainya di RSHS, Regina sudah dalam kondisi payah, tetapi pihak rumah sakit tetap berupaya untuk menangani Regina, walaupun usaha dokter gagal.
Menurut Pipih, dokter mengatakan anaknya menderita demam berdarah yang sudah dalam kondisi parah ketika dibawa ke RSHS. Jasad Regina telah dimakamkan di pemakaman keluarganya di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, data pada Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, tahun 2009 telah lima orang meninggal akibat DBD di wilayah Tasikmalaya.