JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian masyarakat mengatasi kekakuan sendi bahu atau nyeri bahu dengan pijat atau menggunakan obat gosok karena mengira gangguan sendi itu hanya disebabkan kondisi terlalu capai, trauma fisik, maupun kurang bergerak.
"Sebenarnya ada obat-obatan anti peradangan untuk mengatasi nyeri bahu, tetapi tidak efektif dan menimbulkan efek samping sakit nyeri lambung atau maag," jelas dokter spesialis bedah ortopedi Andi Maruli Tua Lubis, Staf Pengajar Divisi Orthopaedi dan Traumatologi Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo saat mempertahankan disertasinya, di Jakarta, Selasa (31/3).
Untuk itu, penderita di anjurkan menjalani fisioterapi dengan berlatih stretching atau peregangan aktif dipandu terapis terlatih.
Bila usai fisioterapi pasien tetap menderita nyeri bahu dan terjadi penebalan kapsul, kondisi bisa diatasi dengan bedah minimal invasif.
Tindakan itu dilakukan dengan bantuan alat arthroscopy, teropong yang dimasukkan ke dalam sendi untuk melihat sendi secara keseluruhan.
"Sebanyak 10 persen dari total kasus kekakuan sendi bahu itu butuh penanganan khusus yaitu dengan bedah minimal invasif," ujarnya.