Jumat, 18 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Nyeri Bahu Jangan Sepelekan!
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati
Selasa, 31 Maret 2009 | 21:12 WIB
shutterstock
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Nyeri bahu sering dialami masyarakat. Sayang, gangguan sendi bahu ini kerap diremehkan dan dianggap sepele. Paling-paling karena terlalu lelah atau kurang bergerak. Begitu biasanya kita berpikir. Padahal, bila tidak segera diatasi, kualitas hidup penderita bakal terganggu.

"Nyeri bahu ini mengakibatkan pasien sulit untuk beraktivitas sehari-hari dan hal ini mengakibatkan berkurangnya kekuatan dan daya tahan otot bahu," jelas dokter spesialis bedah ortopedi Andi Maruli Tua Lubis, Staf Pengajar Divisi Orthopaedi dan Traumatologi Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo saat mempertahankan disertasinya, di Jakarta, Selasa (31/3).

Menurut Andi, kekakuan pada bahu merupakan salah satu kasus ortopedi yang sering dijumpai. Penyakit ini dapat bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya, dapat pula didahului adanya trauma atau terkait penyakit diabetes mellitus, tiroid, dan tidak bergerak dalam waktu lama.

Kekakuan atau nyeri bahu ini ditandai oleh hilangnya kemampuan gerak bahu aktif dan pasif secara bertahap. Kelainan ini berkembang pada usia 40-70 tahun, dan lebih mudah terjadi pada perempuan.

Proses perjalanan penyakit ini meliputi penebalan dan kontraktur kapsul sendi yang terjadi melalui beberapa tahap yang bisa berlangsung bertahun-tahun. Kelainan ini merupakan penyebab nyeri bahu yang paling umum, dan menyerang 2-5 persen dari populasi. Sekitar 90 persen dari kasus kekakuan sendi itu bisa sembuh dengan sendirinya meski butuh waktu bertahun-tahun.

 

 

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!