Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Cegah Flu Burung, Ratusan Unggas Dimusnahkan
Rabu, 25 Maret 2009 | 18:19 WIB
Dhoni Setiawan
Ratusan unggas hasil penyitaan dari warga masyarakat dimusnahkan di Lapangan Wartas Pinang Kuningan, Rabu (25/3). Depopulasi atau pemusnahan berbagai unggas dilakukan oleh Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan untuk menanggulangi pandemi flu burung (Avian Influenza).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan memusnahkan ratusan unggas dari berbagai jenis. Pemusnahan terkait dengan Perda Nomor 4 Tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas dan mencegah pandemi flu burung (avian influenza).

Meski mendapatkan tentangan dari warga masyarakat, tetapi program provinsi ini terus saja digalakkan. Salah satunya dengan menyita berbagai jenis unggas yang berkeliaran di permukiman warga. Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan kali ini berhasil mengumpulkan 1.322 unggas dari 10 kecamatan yang ada di wilayahnya.

Menurut Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Chaidir Taufik, penyitaan dilakukan untuk menerapkan Perda Nomor 4 Tahun 2007 dan pencegahan pandemi flu burung. Ini sudah sesuai dengan Perda DKI bahwa segala jenis unggas di permukiman warga harus segera dimusnahkan sebelum April 2010 kecuali unggas yang kepemilikannya sudah memiliki sertifikasi dari kita.

"Sedangkan untuk unggas-unggas yang berkeliaran di permukiman serta unggas yang kandangnya di sekitar permukiman akan kita imbau terus untuk segera dimusnahkan, kita juga sudah siapkan kompensasi bagi sang pemiliknya" jelasnya seusai melakukan pemusnahan unggas yang dipusatkan di lapangan Wartas Pinang Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/3).

Dari pantauan Kompas.com, meski mengaku berjumlah ribuan, nyatanya hanya ratusan unggas saja yang dimusnahkan. Dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya, diketahui telah ada pemotongan terlebih dahulu. Ia mengatakan pemotongan dilakukan sesuai dengan pemeriksaan dokter hewan yang diketahui unggas tersebut sehat dan layak dikonsumsi.

Pemusnahan berbagai jenis unggas juga dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, dan disaksikan ratusan warga. Sang Wali Kota seperti biasa melakukan ceremony dengan memotong unggas dan membakarnya.

Namun, ketika sang Wali Kota sudah berlalu ada kejadian menarik tetapi sungguh miris. Puluhan unggas yang sudah dipotong ternyata diperebutkan kembali oleh warga yang menyaksikan. Bahkan, anak-anak juga terlihat saling berebut merpati yang kepalanya sudah terpotong. Ketika didekati Kompas.com, Andi (14) yang mendapatkan dua ekor merpati hanya tertawa. "Lumayan Bang buat ibu di rumah. Rencananya digoreng biasa saja," ucapnya sambil menunjukkan hasil rebutannya.

Penulis: DS   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!