
JEMBER, KOMPAS.com — Sedikitnya 1.550 anak di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Jember, Jatim, terancam mengalami kelebihan berat badan (obesitas). Hal itu akibat dari konsumsi makanan yang tidak seimbang selama tahun 2008.
Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Fatonah, Sabtu, menuturkan, jumlah balita di Kabupaten Jember tahun 2007 tercatat sebanyak 36.000 balita. Empat persen di antaranya mengalami kelebihan gizi. Sedangkan tahun 2008 tercatat sebanyak 38.000 balita, 4,19 persen di antaranya mengalami kelebihan gizi.
"Terjadi peningkatan jumlah balita yang terancam obesitas di Jember," katanya.
Menurut dia, tahun 2007 tercatat sebanyak 1.440 balita dan tahun 2008 tercatat sebanyak 1.550 yang terancam mengalami obesitas di Jember.
"Saya memprediksi jumlah balita yang mengalami obesitas tahun ini akan meningkat, apabila orangtua tidak memberi konsumsi makanan yang tidak seimbang kepada anaknya," katanya menerangkan.
Ia mencontohkan, banyak ibu rumah tangga yang memberi makanan instan dengan bumbu penyedap yang terlalu banyak dan makanan siap saji (fastfood) kepada anaknya sehingga membuat kecanduan untuk mengonsumsi makanan tersebut.
"Makanan instan yang diberi bumbu penyedap dan fastfood harus diimbangi dengan makanan yang kaya serat dan vitamain agar tidak terjadi peningkatan kalori dalam tubuh balita," katanya menjelaskan.
Untuk itu, kata dia, ibu rumah tangga harus membiasakan memberi makanan yang seimbang kepada anaknya, agar jumlah balita yang obesitas di Jember bisa berkurang.
"Pemberian ASI ekslusif selama usia 0 hingga enam bulan sangat penting untuk proses kekebalan tubuh anak terhadap virus maupun penyakit," katanya.
Ia berharap orangtua bisa memberikan makanan dengan menu seimbang dan membiasakan sarapan pagi untuk anak-anaknya karena itu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.