Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Topik
Baru 9.000 Apoteker Bersertifikat Kompetensi
Jumat, 20 Maret 2009 | 11:20 WIB

 

Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Arel ST S Iskandar mengatakan, sertifikasi kompetensi bagi apoteker mendesak untuk ditingkatkan. Sertifikasi diharapkan bisa meningkatkan kualitas apoteker dalam melayani masyarakat.

Demikian dikatakan Arel dalam seminar dalam rangka ulang tahun emas Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Kamis (19/3) di Kampus Unpad Dipati Ukur. Saat ini, kata Arel, baru 9.000 orang dari 27.000 apoteker di Indonesia yang memiliki sertifikat kompetensi. Menurut dia, belum semua apoteker memiliki sertifikat kompetensi sebab program itu baru dimulai tahun 2006.

"Selain untuk kepentingan kualitas pelayanan, sertifikasi juga diperlukan terkait tuntutan global. Saat ini sudah ada apoteker kita yang hendak bekerja di luar negeri. Untuk ini diperlukan sertifikasi," kata Arel. Ia menambahkan, untuk menggenjot upaya sertifikasi, ISFI bekerja sama dengan perguruan tinggi farmasi dan pemerintah. Ia menambahkan, selain oleh apoteker, peningkatan kualitas juga mutlak dilakukan oleh program pendidikan farmasi. (LSD)

Penulis: LSD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!