Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Alat Ukur Kepikunan Sedang Diuji Coba
Selasa, 17 Maret 2009 | 17:56 WIB

CHICAGO, KOMPAS.com — Sebuah alat uji yang akurat mendeteksi penyakit Alzheimer di tahap awal sebelum gejala demensia (pikun) menyebar dan merusak seluruh sistem otak sedang diuji coba.

Alat uji yang mengukur protein yang berada dalam cairan tulang belakang, penanda Alzheimer, dikatakan 87 persen akurat memprediksi pasien dengan masalah memori pada tahap awal dan gejala gangguan kognitif lain yang mengarah pada Alzheimer.

"Dengan alat uji ini kita dapat mendeteksi dan menelusuri kemajuan dari penyakit Alzheimer," ujar Leslie Shaw dari Universitas Pennsylvania School of Medicine yang menulis di jurnal Annals of Neurology.

Tes semacam, yang cuma mencari penanda penyakit ini, dapat membantu para ilmuwan untuk lebih fokus pada uji coba perawatan Alzheimer. Demikian kata Shaw.

Tes ini juga membantu para ilmuwan untuk membuat strategi yang lebih baik agar kerusakan memori tak sampai mengarah ke Alzheimer, kondisi fatal ketika pikiran sama sekali terampok dari seseorang yang biasanya sudah mulai uzur.

Banyak ilmuwan sedang mencari cara mendiagnosis Alzheimer di tahap awal sehingga dokter akan dengan mudah memberikan bantuan obat agar penyakit ini tidak cepat memburuk.

Shaw dan koleganya merancang sebuah standar pemeriksaan yang fokus pada kadar dua penanda klasik Alzheimer di otak, yakni protein amyloid beta, yang membentuk plak-plak otak (agak lengket) dan kadar abnormal dari protein tau, yang membentuk serat kusut di otak.

"Apa yang sedang kami ukur adalah jumlah protein tau dan konsentrasi amyloid beta42 polypeptide," jelas Shaw.

Yahoo!Health
Sumber :
Penulis: ABD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!