JAKARTA, KOMPAS.com -
”Pasien ini dibawa ke RSCM dalam kondisi parah. Gejala yang ditunjukkan kala itu adalah seperti sakit usus buntu. Tim dokter langsung mengambil tindakan sesuai gejala yang tampak,” kata Akmal.
Namun, Akmal menambahkan, ternyata bukan usus Nina yang bermasalah, tetapi kandung kemihnya pecah. Ini adalah kasus yang jarang sekali terjadi. Dalam 20 tahun terhitung hanya ada satu kasus. Akhirnya, Nina dioperasi lagi untuk menyatukan kandung kemih. Persoalan inilah yang diduga memunculkan kesalahpahaman dengan orangtua Nina, yaitu Gunawan, yang juga karyawan RSCM.
Menurut Gunawan, Nina sempat dua hari tidak bisa buang air kecil sehingga dibawa ke RSCM, Rabu (11/3). Gunawan merasa tidak pernah dimintai persetujuan atas tindakan dokter untuk mengoperasi anaknya.
Gunawan berpendapat bahwa dokter yang menangani anaknya salah diagnosa sehingga Nina harus dua kali dibedah. Ini diyakini termasuk kategori tindakan malapraktik. Untuk itu, Gunawan akan mengadu ke Menteri Kesehatan.