JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng membantah jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkena serangan jantung sehingga harus dievakuasi ke Jakarta. "Tidak, tidak benar! Presiden hanya sakit nyeri lambung sehingga harus beristirahat dulu," kata Andi saat dihubungi Kompas dari Jakarta, Kamis (12/3).
Andi juga membantah kalau kaki Presiden Yudhoyono tidak bisa digerakkan akibat serangan jantung tersebut. "Siapa yang bilang?" tanya Andi.
Menurut Andi, serangan nyeri lambung itu tiba-tiba. "Tapi itu biasa bos. Presiden kan wajar kalau sakit dan bisa terkena sakit. Dari keberangkatan, Presiden memang sudah batuk-batuk, tapi itu tidak apa-apa," jelas Andi.
Andi mengatakan, Presiden Yudhoyono saat ini masih beristirahat di guest house pabrik Semen Tonasa di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Disebutkan Andi, Presiden maunya tetap beraktivitas, tetapi dokter kepresidenan melarang. Oleh sebab itu, acara Presiden untuk sementara digantikan oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie.