Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Angka Kesembuhan TBC Masih di Bawah Target Nasional
Laporan wartawan KOMPAS Eny Prihtiyani
Rabu, 11 Maret 2009 | 18:06 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Angka kesembuhan pengobatan penyakit TBC di Provinsi DI Yogyakarta tercatat 79,3 persen atau masih berada di bawah target nasional sebesar 85 persen. Karenanya berbagai upaya untuk memberantas penyakit TBC perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas medis yang lebih memadai.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dr Bondan Agus Suryanto, saat meresmikan Rumah Sakit Paru-paru dan Pernapasan, di Kabupaten Bantul, Rabu (11/3). Rumah sakit tersebut adalah pengembangan dari Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru dan Pernapasan (BP4), yang dibangun dengan bantuan Palang Merah Jepang.

Menurut Bondan, angka penemuan TBC di DIY juga masih berada di bawah target nasional, yakni sebesar 51,5 persen, sementara target nasional sebesar 70 persen. Dengan fasilitas lebih memadai, diharapkan rumah sakit ini bisa berperan lebih banyak untuk menyembuhan pasien TBC. "Bagi para penderita, silakan memanfaatkan fasilitas rumah sakit," katanya.

Di Kabupaten Bantul, sejak diterapkannya program stimulus bagi desa dan masyarakat yang menemukan kasus TBC, jumlah penemuan kasusnya terus meningkat. Tahun 2008 tercatat 192 kasus, sementara tahun 2007 tercatat 180 kasus.

Bagi mereka yang menemukan, disediakan reward Rp 200.000 per kasus, untuk desa reward-nya Rp 5 juta, sementara pedamping minum obat Rp 150.000 selama enam bulan. Demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dr Siti Noor Zaenab Syech Said.

Rumah Sakit Paru-paru dan Pernapasan dibangun dengan biaya konstruksi sebesar 119,2 juta yen. Selain bantuan konstruksi, Palang Merah Jepang juga menyalurkan bantuan sebesar 35 juta yen untuk peralatan medis.

Bangunan yang terletak di lahan seluas 1063 meter persegi tersebut memiliki kapasitas 42 pasien. Rumah sakit tersebut diharapkan bisa menjangkau daerah sekitar DIY, seperti Klaten, Muntilan, dan Cilacap.

Kepala Tim Reskontruksi Palang Merah Jepang Mihoko Goto mengatakan, rumah sakit tersebut adalah kontribusi terakhirnya untuk proyek konstruksi di DIY. "Total bantuan yang sudah kami salurkan lebih dari 255 juta yen. Kami berharap kerja sama ini masih terus berlanjut meski proyek konstruksi sudah selesai," katanya.

 

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!