Jumat, 1 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Fauzi Bowo: PSN Efektif Kurangi Penderita DB
Jumat, 6 Maret 2009 | 15:48 WIB

Memasuki perubahan musim, dari musim hujan ke kemarau, prevalensi penderita DBD cenderung meningkat. Karena itu, warga harus waspa serta meningkatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, selain tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), warga harus terus melakukan PSN. Cara itu, kata dia, efektif untuk menekan jumlah penderita DBD di DKI Jakarta.

"Sampai saat ini PSN masih menjadi sarana yang ampuh untuk menanggulangi DBD. Saya harap kegiatan ini terus berjalan, sehingga penyebaran DBD bisa ditekan seminimal mungkin," ujar Fauzi Bowo, saat meninjau pelaksanaan PSN Selama 30 Menit di Kelurahan Gandaria Utara, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Selain mengandalkan juru pemantau jentik (Jumantik) dan aparat kelurahan setempat, gubernur juga berharap agar kader PKK terus meningkatkan perannya dalam menggalakkan program PSN Selama 30 Menit. Fauzi Bowo berjanji akan lebih memperhatikan peran PKK, khususnya kader PKK di tingkat kelurahan. Salah satu bentuk perhatian adalah dengan memberi bantuan dana operasional sebesar Rp 25 juta untuk setiap kelurahan.

"Saya minta kepada lurah untuk ikut memperhatikan PKK, dan Pemprov DKI juga akan mengusahakan agar PKK mendapatkan bantuan dana untuk kegiatan sebesar Rp 25 juta per kelurahan. Kita akan usahakan, tetapi jangan anggap itu sebagai honor. Kalau PKK selalu berpikir soal honor, itu namanya matre, dan saya jamin kalau pola berpikirnya begitu, 10 tahun ke depan PKK akan hancur," kata Fauzi.

Berita Jakarta
Sumber :
Penulis: EGP   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!