Senin, 24 November 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ayo Kirim Surat dengan Prangko Pemilu!
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Kamis, 5 Maret 2009 | 11:11 WIB
lin
Perangko Pemilu 2009 diluncurkan hari ini oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Menkominfo serta Ditjen Postel di Kantor KPU Pusat, Kamis (5/3). Perangko dicetak dalam empat desain.

JAKARTA, KAMIS — Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan prangko Pemilu 2009 di Kantor KPU Jakarta, Kamis (5/3). Prangko ini merupakan hasil kerja sama KPU dan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi untuk menyosialisasikan sejumlah poin penting tentang pemilu.

"Prangko merupakan bentuk sosialisasi dan bentuk partisipasi masyarakat juga Depkominfo," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary saat peluncuran prangko pemilu.

Prangko ini dicetak dalam empat desain, seperti gambar bendera Merah Putih, gambar ikon pensil KPU yang menunjukkan tanda centang, gambar jari yang telah dicelupkan ke tinta pemilu, serta slogan '1 Menit di Bilik Suara untuk Kehidupan Anda 5 Tahun Mendatang'.

Di setiap desain sama-sama termuat kata Pemilu 2009 dan 9 April 2009. Setiap desain dicetak 300.000 buah. "Tampilan prangko beda. Ada sosialisasi tentang conteng," tutur Ditjen Postel Inggrid Hasibuan.

Mulai hari ini, masyarakat dapat memperoleh prangko ini dengan mudah di Kantor Pos terdekat. Hanya saja, prangko seharga Rp 1.500 per buah ini harus dibeli sepaket yang berjumlah 20 buah. Prangko ini berlaku selama tiga tahun ke depan.

Menurut Hafiz, penggunaan prangko sebagai sarana sosialisasi masih efektif. "PT Pos mencatat yang menggunakan jasa prangko masih banyak. Dalam setahun, sekitar beberapa juta orang. Jadi cukup efektif pastinya," kata Hafiz.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!