Sabtu, 2 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
6 Masalah dalam Program Jamkesmas
Selasa, 3 Maret 2009 | 17:51 WIB

JAKARTA, SELASA - Enam masalah ditemukan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Demikian hasil riset yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap program Jaminan Kesehatan Masyarakat yang akan dipresentasikan di depan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada awal Maret 2009.

"Kami telah diundang Menkes untuk memberikan presentasi tentang hasil riset ICW tentang Jamkesmas," kata Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Enam permasalahan tersebut antara lain data peserta masih belum akurat, sosialisasi belum optimal, dan adanya pungutan untuk mendapatkan kartu. Selain itu, permasalahan lain adanya peserta yang tidak menggunakan kartu ketika berobat, adanya pasien Jamkesmas yang mengeluarkan biaya, dan masih buruknya kualitas pelayanan pasien Jamkesmas.

Penelitian ICW ini berfokus pada Jamkesmas yang dilakukan di empat kota, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan responden sebanyak 868 orang yang diambil secara acak dari 579.192 peserta Jamkesmas yang terdaftar di PT Askes.

Atas hasil penelitian ini, ICW menuntut adanya perbaikan oleh Departemen Kesehatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Ade mengatakan, pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah, rumah sakit, dan puskesmas hendaknya juga ditingkatkan.

Ia juga mengemukakan agar pemerintah segera kembali kepada amanat konstitusi untuk mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, agar jaminan kesehatan terlaksana menyeluruh dan terpadu.
    
"Kami meminta pemerintah untuk terlebih dahulu memperbaiki Jamkesmas, tetapi bila terus-menerus tidak ada perbaikan maka kami akan menempuh jalur lainnya seperti jalur hukum," kata Ade.

Ade memaparkan, kemungkinan besar jadwal presentasi riset ICW tersebut akan dilakukan pekan depan atau minggu pertama bulan Maret di Departemen Kesehatan.

Penulis: ABD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!