
JAKARTA, SENIN — Tempat pembuangan embrio di klinik aborsi milik Atun ternyata didesain khusus agar apa yang dibuang di dalamnya tak mudah dideteksi. Tempat dibuat tiga lapis. Lapisan pertama terbuat dari keramik. Lalu, dilapisi saluran air. Lapis ketiga berisi tanah. Di bawahnya barulah septic tank tempat pembuangan air.
"Lapisannya terbuat dari keramik, air, baru lapisan padat (tanah)," ujar tukang gali TKP, M Yamin (40), Jakarta, Senin (2/3).
Di septic tank itu M Yamin menemukan embrio, tulang belulang, dan pembalut yang ada gumpalan daging halus di atasnya. "Semuanya ada 15 plastik," katanya.
Pada Jumat lalu petugas menemukan ribuan embrio dan tulang belulang dalam saluran air yang terhubung dengan ruang "eksekusi" di lantai tiga klinik aborsi milik Atun di Jalan Percetakan Negara II No 20 B Jakarta. Kapolsek Johar Baru Kompol Theresia menduga, embrio-embrio itu juga dibuang ke sungai.
Rencananya, Senin ini Polsek Jati Baru bersama Polres Jakarta Pusat akan melakukan penggalian lagi di dua rumah Atun yang terletak di Jalan Percetakan Negara II Jakarta, tak jauh dari klinik aborsinya.