Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Menelusuri Jejak Aborsi dari Cikini hingga ke Johar Baru... (1)
Senin, 2 Maret 2009 | 08:48 WIB
Inggried Dwi W
Buku periksa kandungan di Klinik Dr. Abdullah ini didapat Kompas.com dari seorang calo di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
TERKAIT:

Oleh: Inggried Dwi Wedhaswary

Penggerebekan klinik dr Abdullah oleh kepolisian pekan lalu mengagetkan banyak pihak. Betapa tidak, klinik yang telah beroperasi selama 10 tahun itu diperkirakan mengaborsi sekitar 1.000 janin setiap tahunnya. Bisa dihitung, berapa puluh ribu janin yang telah dirampas kesempatan hidupnya.

Klinik dr Abdullah menjadi salah satu tempat yang dianjurkan para calo untuk melakukan aborsi.

Beberapa bulan lalu Kompas.com sempat melakukan penelusuran bagaimana kerja jaringan praktik aborsi. Penelusuran dimulai dari kawasan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat. Berdasarkan informasi, kawasan ini kerap menjadi lokasi transaksi, di mana para calo biasa mangkal.

Tujuan pertama adalah salah satu klinik di kawasan itu. Klinik kandungan itu memang cukup terkenal. Sampai di parkiran, semua masih berjalan biasa. Untuk memancing para calo, berbagai cara agar didatangi dilakukan, salah satunya dengan berpura-pura berdiam diri di motor dan sibuk menelepon. Cara ini lumayan berhasil. Tak lama, berseliweranlah beberapa orang sambil mengeluarkan tanya dan kata-kata penawaran.

"Mau ngapain, Mbak?" tanya seorang pria berusia sekitar 30 tahun. Tanya itu dikeluarkannya sambil lalu. Kemudian, dia berbalik lagi dan berkata, "Mau njatohin (menjatuhkan) ya?"

Kompas.com mencoba mencari tahu apa yang dimaksudnya dengan "menjatuhkan". "Maksudnya apa Pak?" Dia kemudian berlalu dan hanya tersenyum. "Ya, kalau mau masuk dulu silakan saja," katanya lagi.

Kompas.com kemudian masuk ke klinik untuk tahu bagaimana jika akan melakukan pengguguran kandungan. Apakah bisa dilayani di tempat tersebut. Ternyata, ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, di antaranya surat keterangan mengapa aborsi dilakukan dan surat persetujuan orangtua.

Dalam ilmu kedokteran, aborsi dibenarkan dengan alasan tertentu, di antaranya menyelamatkan sang ibu dari risiko yang lebih buruk jika kehamilan diteruskan.

Setelah berkonsultasi dengan petugas di klinik tersebut, Kompas.com kembali ke parkiran. Tujuan utama sebenarnya ingin mengetahui bahwa di klinik tersebut banyak berkeliaran para calo. Benar saja, tak lama keluar dari klinik, seorang pria berbeda kembali mendatangi. Pertanyaannya hampir sama, "Njatohin ya? Kalo di dalam (klinik) memang ribet. Mau yang gampang? Dokternya sama kok," ujar pria itu, sebut saja namanya Uun (nama samaran).

"Iya Pak. Dokternya sama? Maksudnya?" tanya Kompas.com. "Ya dokter kandungan juga, praktik di klinik juga, di praktik pribadinya juga. Nanti saya kasih tahu," jawab pria berkulit hitam itu.

Dia kemudian menarik Kompas.com dari parkiran dan mengajak berbicara di salah satu pojok klinik itu.

(Bersambung)

Penulis: ING   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!