Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ribuan Tulang Bayi Ditemukan di Klinik Aborsi
Minggu, 1 Maret 2009 | 11:44 WIB
DHONI SETIAWAN
Tim Forensik dari Rumah Sakit Polri Pusat Sukanto tengah mencari saluran septic tank di tempat praktek aborsi milik Atun, Jalan Percetakan Negara II, Jakarta Pusat, Jumat (27/2). Aparat juga membongkar kamar mandi serta memeriksa beberapa ruang perawatan pasien.
TERKAIT:

JAKARTA, MINGGU — Polisi menggali saluran air di klinik aborsi milik Sriatun alias Atun di Kompleks Maisomette Blok B20, RT 02 RW 01, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2). Dari penggalian tersebut polisi menemukan ribuan tulang yang diduga berasal dari bayi-bayi yang diaborsi.

Keterangan hasil penggalian ini disampaikan Kepala Polsektro Johar Baru Kompol Theresia Mastail kepada Warta Kota, Sabtu (28/2) siang. "Dari penggalian kemarin kami menemukan ribuan tulang yang kami kumpulkan dalam ember. Jadi diduga Atun telah melakukan aborsi terhadap ribuan janin dan bayi," ujar Theresia.

Tulang-tulang berukuran kecil itu dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa. Temuan itu tidak membuat Theresia puas. Wanita berkulit sawo matang ini berjanji untuk tetap menelusuri praktik aborsi Atun. Dari penyelidikannya diketahui bahwa selain melakukan praktik aborsi di kliniknya, Atun juga menerima panggilan aborsi.

Hal itu diketahui Theresia setelah meminta keterangan dari Atun. Kinerja mereka dipermudah dengan menyebar sejumlah calo di Jakarta sehingga saat ada warga yang ingin menggugurkan kandungan, Atun tinggal datang ke rumah si pasien. Cara ini mudah dilakukan karena Atun dan Agung hanya membawa alat penyedot janin.

Melihat kinerja Atun yang rapi, kata Theresia, tidak tertutup kemungkinan Atun memiliki cabang klinik aborsi di tempat lain. Oleh karena itu, polisi akan terus menyelidikinya agar mengetahui sejauh apa praktik aborsi Atun.

"Selain memperkerjakan dr Agung, Atun juga menyiapkan sejumlah dokter yang siap dipanggil kapan pun untuk mengaborsi. Maka bisa disebut kinerja Atun dkk ini sudah merupakan sindikat aborsi yang terorganisasi," ujar Theresia.

Demi membongkar praktik haram ini, Polsektro Johar Baru menggeledah dua rumah yang dimiliki Atun. Dua rumah itu berada beberapa puluh meter dari klinik, tepatnya terletak di Kompleks Maisomette Blok A No 10 dan Blok A No 12.

Dari kedua rumah itu, polisi menemukan peralatan medis yang digunakan Atun, seperti jarum suntik, insulin, dan tempat tidur. Selain itu, polisi juga menemukan sebuah buku daftar pasien yang telah menggugurkan janinnya. Dalam buku itu tercatat tujuh pasien. Di rumah Atun di Blok A No 12 ditemukan uang sebesar Rp 5 juta.

Theresia mengatakan, dengan ditemukannya barang-barang bukti tersebut pihaknya menduga bahwa dua rumah tadi juga digunakan untuk praktik aborsi. Oleh karena itu, pihaknya berencana menggali saluran air, septic tank, dan toilet di dua rumah tersebut. "Kemungkinan kami akan kembali melakukan penggalian pada Senin (2/3) atau Selasa. Untuk saat ini kami hanya memeriksa dua rumah ini sebagai bahan untuk mengumpulkan bukti-bukti baru," tegas Theresia.

Sementara itu, jumlah tersangka yang semula dua orang, yaitu Atun dan dr Agung Waluyo, bertambah menjadi sembilan orang. Tujuh tersangka baru terdiri dari tiga pasien aborsi yang tertangkap saat polisi menggerebek klinik aborsi dan empat karyawan Atun yang tertangkap basah saat tengah membantu proses aborsi.

Kartu nama

Salah satu cara yang dilakukan Atun dalam mempromosikan praktik aborsi di kliniknya adalah dengan mencetak dan menyebarkan kartu nama. Menurut Theresia, kartu nama itu dibagikannya kepada para calo. "Atun mencetak kartu nama, disebar ke pasien, dan disebar ke calo di Tamansari," katanya.

Yang mencengangkan, menurut Theresia, di rumah Atun juga disediakan penginapan bagi pasien. Fasilitasnya? Layaknya hotel bintang tiga yang dilengkapi kamera pengintai alias CCTV.

Langkah selanjutnya, kepolisian akan mengembangkan penyelidikan karena kemungkinan masih ada tempat aborsi di wilayah lain. "Kelihatannya begitu. Ada TKP lain yang jauh dari lokasi yang ada sekarang, tapi masih di wilayah Jabodetabek," ujarnya. (GET)

Warta Kota
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!