
JAKARTA, SABTU — Kapolsek Johar Baru Kompol Theresia menggambarkan betapa rapi dan kuatnya kerja jaringan Atun, pemilik Klinik Dr Abdullah, yang dibongkar praktIk aborsinya oleh pihak kepolisian.
Kapolsek yang biasa disapa Bunda itu mengatakan, bahkan Atun pun menempatkan orang untuk memantau gerak-gerik dirinya. Tak hanya itu, dalam melanggengkan bisnis menggiurkan itu, Atun juga telah menyusun orang-orang yang akan melancarkan bisnisnya, seperti petugas pemanggil ojek dan taksi.
"Mereka ini di dalamnya ada tukang panggil taksi, ada ojek khusus, juga ada petugas yang mengawasi kegiatan Kapolsek. Atun itu tahu semua aktivitas saya," kata Theresia, saat mendampingi jalannya penggeledahan di rumah Atun, Blok A 10, Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2).
Komunikasi antarseluruh personelnya dilakukan secara sangat rahasia melalui telepon. Termasuk, saat memanggil dokter jika ada pasien yang datang. Biaya yang dikenakan tergantung usia kandungan. Bahkan, menurut Bunda, untuk menentukan tarif, Atun melihat latar belakang pria yang menghamili wanita yang akan menggugurkan kandungannya.
"Kalau tarif, tergantung usia kandungan. Malah, lihat siapa pasangannya. Kalau pasangannya om-om, mahal," ungkapnya. (ING)