Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Gerak-gerik Kapolsek Pun Dipantau Atun
Laporan wartawan Inggried Dwi Wedhaswary
Sabtu, 28 Februari 2009 | 16:39 WIB

JAKARTA, SABTU — Kapolsek Johar Baru Kompol Theresia menggambarkan betapa rapi dan kuatnya kerja jaringan Atun, pemilik Klinik Dr Abdullah, yang dibongkar praktIk aborsinya oleh pihak kepolisian.

Kapolsek yang biasa disapa Bunda itu mengatakan, bahkan Atun pun menempatkan orang untuk memantau gerak-gerik dirinya. Tak hanya itu, dalam melanggengkan bisnis menggiurkan itu, Atun juga telah menyusun orang-orang yang akan melancarkan bisnisnya, seperti petugas pemanggil ojek dan taksi.

"Mereka ini di dalamnya ada tukang panggil taksi, ada ojek khusus, juga ada petugas yang mengawasi kegiatan Kapolsek. Atun itu tahu semua aktivitas saya," kata Theresia, saat mendampingi jalannya penggeledahan di rumah Atun, Blok A 10, Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2).

Komunikasi antarseluruh personelnya dilakukan secara sangat rahasia melalui telepon. Termasuk, saat memanggil dokter jika ada pasien yang datang. Biaya yang dikenakan tergantung usia kandungan. Bahkan, menurut Bunda, untuk menentukan tarif, Atun melihat latar belakang pria yang menghamili wanita yang akan menggugurkan kandungannya.

"Kalau tarif, tergantung usia kandungan. Malah, lihat siapa pasangannya. Kalau pasangannya om-om, mahal," ungkapnya. (ING)

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!