
JAKARTA,SELASA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan obat puyer aman dikonsumsi. Selain merupakan salah satu opsi dalam pemberian obat, ilmu meracik obat memang diajarkan untuk setiap dokter.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukman T Putra saat konferensi pers di Departemen Komunikasi dan Informasi Jakarta, Selasa (23/2).
"Obat yang diracik (puyer) tidak ada masalah sepanjang dibuat dengan cara baik dan benar dan dengan komposisi jenis obat yang rasional," kata Sukman.
Sukman menjelaskan, bantahan atau pembenaran terhadap hal yang berkaitan dengan praktik kedokteran soal kesalahan prosedur membuat puyer harus didasarkan bukti (evidence based medicine) tidak berdasarkan pendapat umum, asumsi, atau penelitian yang masih diragukan validitasnnya. Apalagi, hingga saat ini belum ditemukan dampak yang parah akibat mengkonsumsi obat puyer.
"Dokter harus bertanggung jawab dari setiap resep yang diberikan. Sebab, hal ini akan mempengaruhi profesionalisme dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya," ujar Sukman.
Penetapan standar pembuatan puyer, lanjut Sukman, telah diberikan oleh instansi terkait termasuk apotek yang memiliki wewenang meracik obat.
Sementara itu, dokter-dokter melalui IDI juga terus melakukan upaya pembinaan yang merupakan bagian pengembangan pendidikan keprofesian berkelanjutan.
"Harapannya dokter mampu menjalin komunikasi dengan baik terhadap pasien dalam praktek kedokterannya," tuturnya.