JAKARTA, SELASA — Sedikitnya jumlah stok terhadap jenis obat bagi anak-anak merupakan alasan penggunaan puyer masih menjadi salah satu pilihan. Puyer dibuat sesuai dosis yang dianjurkan bagi anak-anak yang jauh lebih kecil dibandingkan dosis orang dewasa.
"Dibanding luar negeri seperti Amerika yang memiliki jenis obat untuk anak yang cukup, Indonesia justru sebaliknya, sehingga puyer jadi opsi," kata Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sukman T Putra di Jakarta, Selasa (23/2).
Sukman mencontohkan, jika dosis orang dewasa mencapai 0,25 miligram per takaran, maka bagi ukuran anak-anak bisa mencapai 0,025 miligram. Pemberian obat terhadap anak memang perlu perhatian khusus, apalagi jika usia anak sama tetapi berat badan berbeda maka dosis yang diberikan anak tentu berbeda.
"Tidak jarang dokter sendiri yang harus meracik puyer karena jarak apotik yang jauh dari tempat tinggalnya," tambah Sukman. Apalagi, ketersediaan obat bagi anak-anak di daerah pedalaman sangat sedikit. Kebanyakan jenis obat hanya berupa tablet dan sirup.