Selasa, 2 September 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Rumah Singgah Anak Penderita Kanker Diluncurkan
Sabtu, 21 Februari 2009 | 18:14 WIB

JAKARTA, SABTU - Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia bersama PT Roche Indonesia meluncurkan Rumah Kita, sebuah rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker yang tengah menjalani rawat inap dari luar kota, pada Sabtu (21/2), di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Lokasi rumah singgah itu tidak jauh dari rumah sakit sehingga para penderita dapat tinggal sementara menjalani pengobatan, sehingga tidak perlu bolak-balik ke rumah mereka.

Rumah seluas 300 meter persegi tersebut, dapat menampung delapan anak dan satu pendamping mereka. Rumah Kita dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak-anak tetap menikmati haknya untuk tumbuh kembang. Semua kebutuhan anak mulai dari lemari, tempat tidur, buku-buku sampai arena bermain tersedia disana. Walau sedang mengalami pengobatan, anak-anak tetap dapat bermain dan berkumpul.

Jadi, rumah singgah ini juga berfungsi sebagai rumah kedua, tempat berkumpul sesama penderita sehingga dapat saling berbagi rasa serta pengalaman maupun bersosialisasi sesama keluarga penderita. Di rumah itu, penghuni menyiapkan makanan, memasak dan mencuci pakaian seperti di rumah sendiri, pengelolaan dilakukan secara bergotong-royong dan penuh kekeluargaan.

YKAKI membuka pintu lebar bagi para anak penderita kanker yang ingin menginap di rumah kita. Cukup menghubungi penanggung jawab Rumah Kita, lalu melengkapi persyaaratan yang ada, seperti mengisi identitas pasien dan keluarga. Untuk menginap di rumah kita, orang tua penderita kanker hanya membayar lima ribu rupiah sehari untuk satu keluarga.

"Uang itu kita gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Itu pun tidak kita paksakan, kalau benar-benar ngga mampu kita bebaskan. Syarat utama untuk tinggal di rumah kita adalah, bersedia merawat dan menjaga keamanan rumah ini secara bersama-sama," terang kata Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) Pinta Manullang.

Saat ini Rumah Kita baru didirikan di dekat RSCM, namun YKAKI berniat untuk membangun rumah kita lainnya di dekat rumah yang menyelengarakan perawatab bagi anak penderita kanker, seperti Rumah sakit Darmais dan Rumah sakit Fatmawati.

"Mohon dukungan dan bantuannya, supaya keinginan kami dapat terwujud, supaya beban orang tua penderita pasien dapat sedikit terbantu," ujar Pinta. 

Ide Rumah Kita muncul dari pengalaman para pengurus YKAKI, yang pernah tinggal di rumah singgah mengantar anak mereka berobat ke Belanda. "Dulu, waktu saya mengantar anak berobat di Belanda, saya tinggal di rumah singgah yang jaraknya sangat dekat dengan rumah sakit. Dari pengalamam itu, saya dan teman-teman berniat membuat rumah singgah itu di Jakarta. Untuk menghemat biaya bagi anak penderita kanker dari luar Jakarta yang kurang mampu," terang Pinta. 

Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari yang diwakili Staff Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknolgi Kesehatan dan Globalisasi, Dra Ratna Nursita Sunbandono mengharapkan, dengan dibangunnya rumah singgah bagi anak penderita kanker dapat meringankan biaya penginapan bagi penderita kanker yang berasal dari luar Jakarta, Untuk pengobatan kanker terlebih pada anak, membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi masa-masa penyembuhannya juga membutuhkan waktu lagi.

"Semoga dengan adanya Rumah Kita ini, biaya untuk menginap dapat digunakan untuk hal lain, karena anak membutuhkan pengobatan dan perawatan terbaik," terang Ratna.

 

 

Penulis: EVY,C5-09   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!