Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ponari Diminta Mengobati Orang Kedubes Malaysia
Jumat, 13 Februari 2009 | 20:37 WIB

JOMBANG, JUMAT - Latar belakang pasien dan calon pasien tabib cilik M.Ponari ternyata tidak hanya datang dari kalangan masyarakat yang relatif kesulitan uang dan akses pada layanan kesehatan yang berkualitas. Penelusuran Kompas pada Jumat (13/2) membuktikan bahwa praktik pengobatan yang dilakukan Ponari dimintai pula oleh orang-orang dari Kedutaan Besar Malaysia.

Hal itu dipastikan sejumlah polisi yang bertugas menjaga lingkungan di sekitar kediaman Ponari. Kepala Unit Patroli Polres Jombang Ipda Nanang Sujianto membenarkan jika pada Kamis (13/2) malam ada kunjungan sejumlah orang asal Malaysia untuk berobat pada Ponari.

Namun ia tidak tahu menahu siapa-siapa saja yang datang. "Soal pengamanan dan pengawalan ke lokasi juga kita tidak tahu, karena langsung dikawal petugas Polda (Jatim). Saya hanya tahu pada Kamis sore mereka mendarat di Surabaya, kemudian pada malam harinya ternyata kesini (lokasi praktik Ponari)," sebut Nanang.

Rombongan yang terdiri sekitar 15 orang itu lantas menginap di Hotel Sentral, Jombang. Dari penelusuran ke hotel itu, salah seorang staf Kedutaan Besar Malaysia bernama Fakhrur Raziy tercatat sempat meninggalkan identitasnya guna kepentingan administrasi hotel.

Penelusuran ke Kantor Kedutaan Besar Malaysia lewat sambungan telepon, Encik Fakhrur Raziy Nor Bahauddin yang adalah staf di bidang sumber manusia, pentadbiran, dan protokol itu dinyatakan sedang tidak ada di kantor. Salah seorang staf kedutaan yang menerima telepon mengatakan bahwa Fakhrur Eaziy sedang berada di Surabaya guna suatu kepentingan.

Penulis: INK   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!