Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Gejala Pikun, Bupati Lombok Barat Sulit Lanjutkan Sidang
Kamis, 12 Februari 2009 | 16:30 WIB

JAKARTA, KAMIS — Bupati Lombok Barat Iskandar sulit melanjutkan persidangan kasus tindak pidana korupsi yang menjeratnya. Hal tersebut disampaikan tim dokter observasi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. "Secara fisik agak sulit untuk mengikuti persidangan," kata dokter ahli penyakit dalam, Arya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (12/2).

Menurut dia, Iskandar memiliki beberapa penyakit, antara lain, stroke, diabetes militus, dan prostat. Namun, Arya menuturkan penyakit tersebut masih bisa disembuhkan. "Tapi terdakwa juga menderita kerusakan otak permanen," kata dia.

Sebelumnya, Iskandar dibantarkan oleh majelis hakim yang dipimpin Gusrizal. Majelis hakim memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melakukan observasi kesehatan terhadap Iskandar pada 27 November lalu.

Selain itu, Iskandar juga dinyatakan mengalami penyusutan otak. Psikiater Charles Evert Damping mengatakan, pria lanjut usia itu juga mengalami kematian sel otak. "Itu berdasarkan hasil diagnosis banding dengan CT Scan," kata dia.

Charles berkesimpulan, terdakwa mengalami gejala yang mengarah pada dimentia atau pikun. Dia mengatakan, dimentia tersebut tidak bisa disembuhkan. Iskandar hanya mampu mengingat hal yang paling mengesankan. "Dia selalu merasa sebagai seorang bupati dan suka memerintah," kata Charles.

Charles juga meragukan Iskandar dapat memberikan keterangan. Persidangan, lanjutnya, akan memperburuk kondisi kognitif Iskandar. Majelis akan menentukan sikap pada persidangan selanjutnya.

Iskandar didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam kasus tukar guling aset Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berupa tanah dan bangunan. Menurut jaksa, terdakwa telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 1,64 miliar.

Penulis: BOB   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!