
JOMBANG, SELASA — Jumlah darah donor yang disumbangkan melewati Unit Pelaksana Teknis Dinas Palang Merah Indonesia (UPTD-PMI) Kabupaten Jombang dan dinyatakan terinfeksi sejumlah virus penyakit, terutama HIV, mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2008, dari 10.000 donor tercatat 200 kantong darah terinfeksi hepatitis B, 30 kantong terinfeksi hepatitis C, delapan kantong terinfeksi HIV, dan enam kantong terinfeksi sifilis.
Jumlah itu naik dibandingkan tahun 2007 dengan enam kantong dinyatakan terinfeksi HIV dan lima kantong terinfeksi sifilis dari 9.800 donor. Adapun infeksi virus hepatitis B sebanyak 295 kantong dan hepatitis C sejumlah 32 kantong.
Kepala Bagian Pelayanan Medis UPTD PMI Kabupaten Jombang Rachmat Siswojo, Selasa (3/2), menuturkan, untuk tahun 2009 belum ditemukan kasus darah terinfeksi HIV ataupun sifilis. Namun, telah terdapat 32 kantong terinfeksi hepatitis B dan lima kantong terinfeksi hepatitis C dari sekitar 900 donor.