
MEDAN, SENIN - Bayi kembar siam Hasan dan Husin, putra pasangan Irwansyah dan Asni, meninggal pada hari Minggu (25/1) sekitar pukul 03.00 WIB karena adanya kelainan jantung bawaan yang dideritanya.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik Medan, Dr Azwan Hakmi Lubis SpA, M Kes, di Medan,Senin , mengatakan, kelainan jantung bawaan itu membuat kondisi kesehatan Hasan dan Husin terus menurun dan semakin memburuk.
Ia mengatakan, sebelumnya, keadaan Hasan dan Husin sejak menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik keadaan kesehatannya selalu berubah-ubah.
Kondisi tidak stabil dialami Hasan dan Husin yang dempet pada dada hingga perut ini (thoracoabdominofagus atau multi congenital anomali), bermula dari membirunya tubuh keduanya dan sesak nafas, Rabu (21/1).
Namun pada Kamis (22/1), kondisi kesehatan kedua bayi itu kembali membaik bahkan berat badannya mengalami peningkatan menjadi empat koma empat kilogram, dari berat saat lahir empat koma dua kilogram. Kondisi itu bertahan hingga Sabtu pagi.
Sayang pada Sabtu malam kembali kondisi kesehatan mereka memburuk, sebelum akhirnya Hari Minggu sekitar Pukul 03.00 WIB keduanya tidak dapat diselamatkan lagi. Minggu sekitar pukul 11.00 WIB keduanya dimakamkan di TPU Jalan Halat Medan.
Ia menambahkan, jika kedua bayi kembar siam tersebut dapat bertahan hingga dua pekan dan melewati masa kritisnya, kemungkinan untuk diselamatkan masih besar.
"Masa kritisnya hanya dua minggu, tapi keduanya tidak bisa bertahan hingga dua minggu. Kita sudah berusaha dengan memberikan pertolongan termasuk dengan memberikan obat-obatan, membantu pernapasan, dan memberikan cairan, namun Tuhan berkehendak lain," katanya.