MEDAN, SELASA — Kondisi kesehatan bayi kembar siam, Asni I dan Asni II, yang lahir 15 Januari 2009 dan kini dirawat di RSU Adam Malik, Medan, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Direktur Medik dan Keperawatan RSU Adam Malik, Medan, dr Azwan Hakmi Lubis, SpA di Medan, Selasa, mengatakan, hingga kini kedua bayi tersebut masih dalam proses stabilisasi dan pihak rumah sakit belum banyak melakukan intervensi karena masih menunggu kondisinya lebih stabil lagi.
Tindakan operasi juga baru dapat dilakukan setelah bayi-bayi itu berumur di atas enam bulan. "Operasi itu sendiri bakal sulit dan bisa memakan waktu delapan sampai sepuluh jam. Karenanya, berat badan dan hemoglobin-nya harus dalam keadaan baik," katanya.
Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan foto babygram diketahui bahwa kedua bayi memiliki dua jantung dan dua tulang tangan. Namun, belum dapat dipastikan apakah organ dalam lainnya menyatu atau tidak.
"Untuk memastikan itu, pihak rumah sakit akan memakai alat aniografi dan akan dilakukan penelitian secara lebih intensif," katanya.
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pendidikan RSUP H Adam Malik Dr M Nur Rasyid Lubis mengatakan, saat ini berat badan bayi yang dempet pada bagian dada dan perut itu sudah bertambah menjadi 4,4 kg dari sebelumnya hanya 4,25 kg.
Menurut dia, tim dokter masih melakukan observasi untuk mengetahui apakah bayi kembar siam itu mempunyai organ dalam yang lengkap. Hasil pemeriksaan belum dapat dipastikan karena sampai saat ini Asni I dan Asni II baru diperiksa dengan alat foto babygram.
"Untuk itu, kami belum bisa pastikan apakah dinding jantungnya lengket atau tidak. Sejauh ini juga belum diketahui pasti apakah ada organ dalam bayi kembar siam itu yang turut dempet atau malah tunggal untuk keduanya," katanya.