BEKASI, JUMAT — Sejumlah warga perumahan Bulevar Hijau, Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jumat (9/1) siang, melempari pagar pabrik mi instan dengan telur. Pelemparan itu diakui bentuk penolakan warga terhadap rencana perluasan pabrik mi di dekat perumahan tersebut.
Aksi pelemparan telur terjadi seusai dialog antara warga dan jajaran Komisi A DPRD Kota Bekasi di depan pos keamanan kompleks perumahan tersebut. Warga yang didominasi ibu-ibu tersebut menyatakan menentang perluasan pabrik mi karena khawatir lingkungan tercemar dan tidak nyaman lagi.
PT Prakarsa Alam Segar adalah salah satu produsen mi instan yang berada di wilayah Kaliabang, Medan Satria. Sejak Oktober 2008, pihak perusahaan itu memperluas pabriknya hingga mendekati kompleks permukiman warga. Pagar pabrik mi milik PT PAS berbatasan dengan kompleks perumahan tersebut.
Dalam dialog tadi, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menyatakan mendukung sikap warga dan untuk itu, Syaikhu meminta warga tetap bersatu. Syaikhu menambahkan, berdasar pengecekan dewan, pembangunan pabrik mi ternyata belum lengkap perizinannya sehingga dewan merekomendasikan pembangunan pabrik dihentikan sementara.
Syaikhu menyatakan akan meminta penjelasan dari Pemerintah Kota Bekasi dan pihak PT PAS terkait perizinan pendirian pabrik dan penolakan warga sekitar pabrik.
Pihak PT PAS menolak memberikan keterangan. Penolakan itu disampaikan Santoso, satpam pabrik mi instan. ketika Kompas mendatangi pabrik mi instan tersebut. "Saya mendapat perintah dari atasan, tidak ada wartawan yang boleh masuk," katanya.