Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pengumpulan Data Imunisasi Tidak Lancar
Jumat, 9 Januari 2009 | 11:43 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO
Seorang anak menerima tetesan vaksin polio di Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dihadiri Ibu Wakil Presiden, Ny Mufidah Jusuf Kalla, 12 April 2006.
TERKAIT:

BANDUNG, JUMAT — Pengumpulan data cakupan imunisasi wajib di Kota Bandung tidak lancar sehingga target seolah tidak tercapai. Data terutama sulit masuk dari pelayanan kesehatan swasta.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, cakupan imunisasi BCG hanya mencapai 78,2 persen (target 98 persen), DPTHB3 73,4 persen (target 95 persen), polio 68,5 persen (target 90 persen), dan campak 74,5 persen (target 90 persen).

"Tetapi saya tidak khawatir karena tidak tercapainya target lebih disebabkan karena pelaporan yang tidak lancar. Buktinya di sini tidak ada kejadian luar biasa seperti di daerah lain," kata Fetty Sugiharti DK MKM selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kamis (9/1).

Fetty mengatakan, pelayanan imunisasi di Kota Bandung bisa didapatkan di 31 rumah sakit, 71 puskesmas, 111 dokter spesialis anak, 92 dokter spesialis kandungan, 852 bidan swasta, dan di posyandu. "Selama ini kekurangan pelaporan lebih banyak berasal dari tenaga kesehatan yang berpraktik swasta," kata Fetty.

Dinkes Kota Bandungan, kata Fetty, sudah berupaya untuk meningkatkan pelaporan, tetapi belum mendapatkan hasil signifikan. Fetty berharap, pelaporan akan membaik jika peraturan daerah tentang Sistem Kesehatan Kota Bandung selesai digodok DPRD Kota Bandung.

"Saya berharap perda itu mencakup tentang pelaporan data. Petugas yang malas melaporkan data bisa diberi sanksi tegas seperti dicabut izin praktiknya," kata Fetty.

Penulis: Lis Dhaniati   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!