Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Rasa Sakit Ada Dalam Pikiran
Sabtu, 27 Desember 2008 | 07:26 WIB
Getty Images

BEIJING, SABTU — Bagaimana banyak orang memerlukan penghilang rasa sakit bahkan hanya untuk duduk di kursi dokter gigi? Dan bagaimana mungkin para pemain rugby dapat terus mengikuti pertandingan bahkan dengan tulang lengan yang patah?
   
Pengajar di Sydney University Lorimer Moseley telah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari masalah itu, dan muncul dengan jawaban yang tak terlalu mengejutkan.

Dalam proyek penelitian baru-baru ini, yang disiarkan di dalam terbitan paling akhir Current Biology, Moseley dan rekannya mendapati ukuran anggota badan yang sakit dapat memengaruhi persepsi mengenai rasa sakit.

Sebanyak 10 orang dengan lengan yang sakit memandang anggota tubuh mereka yang rusak melalui kaca yang memperbesar atau memperkecil. Kalau anggota badan tersebut dibuat terlalu besar, persepsi pasien mengenai rasa sakit menjadi lebih kuat. Ketika pembengkakan direkayasa hingga berkurang, pembengkakan yang sesungguhnya berkurang dan pasien tak merasa terlalu sakit. Ini menjelaskan bahwa otak menanggapi masukan dan bertindak sesuai dengannya.

Jadi, ketika kepala Anda terbentur lagi, jangan melihat ke cermin dan terpana dengan ukuran pembengkakan. Buat ingin mengurangi rasa sakit, pikirkan tak ada pembengkakan sama sekali.

AP
Sumber :
Penulis: ABD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!