Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pengobatan Kombo untuk Kanker Prostat Kurangi Risiko Kematian
Kamis, 18 Desember 2008 | 01:47 WIB

LONDON, RABU — Pengobatan kombinasi dengan radiasi dan obat penghambat mengurangi risiko kematian pada pria penderita kanker prostat. Demikian diungkapkan para peneliti dari Skandinavia, Rabu waktu setempat.

Di Amerika Serikat, kombinasi ini merupakan pengobatan standar yang dilakukan sejak tahun 1990-an. Namun, di Eropa, banyak dokter yang menghindari perawatan kombo ini dan hanya menggunakan obat hormon karena menganggap penggunaan secara bersamaan bakal membahayakan pasien.

"Apa yang ditunjukkan dari penelitian ini adalah bahwa para pria penderita kanker prostat memang benar-benar mengalami perubahan berarti dengan terapi agresif seperti ini," kata Dr Howard Sandler dari Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles.

Sekitar 875 pria dari berbagai negara, seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia, dengan kanker prostat lanjut telah diteliti para ilmuwan Skandinavia. Setengahnya, para pria ini diberi obat penghambat hormon, sementara sisanya mendapatkan radiasi plus obat yang sama. Obat ini berfungsi memblokade produksi testosteron yang cenderung memberi makan sel-sel kanker.

Setelah nyaris sembilan tahun, 79 pria yang hanya menggunakan obat hormon ini meninggal gara-gara kanker prostat, 37 pria lain yang menggunakan pengobatan kombo justru selamat.

"Tak cukup hanya menggunakan obat hormon bagi para pasien ini. Untuk mendapatkan peningkatan perbaikan yang dramatis, Anda harus menggunakan radiasi. Ini menjadi standar baru," kata Anders Widmark dari Universitas Umea di Swedia

Namun, tentu saja pengobatan ini memiliki efek samping. Setelah lima tahun, pria penerima obat hormon dan radiasi dilaporkan mengalami kelelahan, insomnia, dan masalah seksual. Karena itu, meski pengobatan kombinasi ini direkomendasikan di AS, Sandler mengatakan bahwa pengobatan tidak diterapkan untuk setiap pasien. Mereka yang hendak dirawat dengan pengobatan kombo ini harus konsultasi dengan dokter.

"Kombinasi hormon dan radioterapi seharusnya sekarang ini sudah bisa diterapkan secara universal bagi para pasien," tutur Chris Parker dari Institut Riset Kanker di Surrey, Inggris.

AP
Sumber :
Penulis: ABD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!