Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Beda Kontrasepsi, Beda Pula Efek Sampingnya
Rabu, 17 Desember 2008 | 10:50 WIB

SELAIN faktor kenyamanan, dalam memilih alat kontrasepsi, kita juga harus jeli mempertimbangkan plus-minusnya.

Kondom misalnya, unggul dalam hal kepraktisan dan efektivitas. Kondom juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin. Tapi, pada orang-orang tertentu, karet kondom bisa rnenimbulkan reaksi alergi. Ujungnya, kelamin bisa lecet dan luka.

Kita harus lebih waspada lagi bila memilih kontrasepsi hormonal. Pada metode oral atau pil, efek posititnya adalah haid menjadi lebih teratur dan mengurangi kram perut saat haid. Efek negatifnya, payudara kencang dan sakit, mual, muntah, depresi, serta berat badan naik.

Memang, kini sudah ada pil KB yang tidak menyebabkan kegemukan. Tapi, "Harganya lumayan mahal. Kalau pil biasa sekitar Rp 40.000, pil ini mencapai Rp 200.000 untuk sebulan," ujar M. Lutfi Alkaff, Ginekologi di RS dr. Sardjito, Yogya.

Adapun cara suntik memiliki kelebihan karena diberikan tiga bulan sekali. Jadi, bisa menekan risiko lupa minum pil atau telat. Tapi, seperti halnya pil, suntik hormon juga bisa memicu kegemukan. Selain itu, menstruasi menjadi tak teratur dan waktu pemulihan kesuburan yang agak lambat. (Tunggul J. Pamungkas, Asih Kirana)

KONTAN
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!