Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waspada Pandemi Influenza!
Selasa, 16 Desember 2008 | 20:24 WIB

JAKARTA, SELASA - Masyarakat harus tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya pandemi influenza. Untuk itu, tentara dan sipil menggelar simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza agar siap menghadapi berbagai kemungkinan ke depan.

"Simulasi seperti ini telah dilaksanakan delapan kali dengan yang di Jakarta ini," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie di Asrama Batalyon Perbekalan Angkatan-3/Darat di Tanah Tinggi Barat, Jakarta, Selasa (16/12).

Simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza berlangsung di Asrama Batalyon tersebut dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Aburizal Bakrie yang juga Ketua Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) menyatakan, sebelumn a telah dilakukan tujuh simulasi di Tangerang, Serang, Kebumen, Bekasi, Manado, Makassar, Bali dan Selasa kemarin di Jakarta.

Simulasi tersebut melibatkan sekitar lebih dari 200 persenel yang terdiri dari Kesehatan Daerah Militer Jakarta Raya, Komando Str ategis Nasional, Komando Daerah Militer wilayah Senen, Batalyon Kavaleri TNI Angkatan Darat ditambah dengan ahli dari kelompok masyarakat sipil yang berasal dari Komnas FBPI bersama dengan Direktorat Kesehatan TNI Angkatan Darat dan pemerintah DKI Jakarta .

Simulasi tersebut juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pemberantasa Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Dinas Peternakan Jakarta Pusat, Kepolisian Jakarta Pusat dan Palang Merah Indonesia.

Dalam skenario simulasi terdapat laporan ke pos kesehatan asrama bahwa salah seorang anggota TNI mengalami demam, sesak nafas dalam kondisi sakit berat sehingga kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto.  

Dua hari setelah kejadian pertama, muncul laporan anggota TNI lain nya yang tinggal satu blok dengan anggota pertama mengalami pnemounia berat. Setelah diperiksa, perawat menemukan kasus kedua suspek flu burung dan kemudian diikuti kasus ketiga. Simulasi menggambarkan gerak cepat yang harus dilakukan oleh pihak-pihak terkait.

 

Penulis: Elok Dyah Messwati   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!