Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Imunisasi di Lebak Kurang Optimal
Jumat, 12 Desember 2008 | 00:49 WIB

LEBAK, KAMIS - Cakupan pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Lebak dinilai belum optimal, karena hingga November 2008 kini hanya tercapai 64 persen dari sasaran bayi sebanyak 29.204 orang.  
     
"Karena itu, kami akan bekerja keras agar tahun depan tercapai target 100 persen," kata Kepala Seksi Pencegahan Penyakit dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Rudi Hermawan, Kamis.

Dia mengatakan, kendala yang dihadapi imunisasi itu antara lain faktor budaya, jarak tempuh, rendahnya pendidikan dan terbatasnya anggaran.

"Sampai saat ini kami belum memiliki dana untuk mengimunisasikan vaksin bagi bayi dan anak," katanya. Sebetulnya, kata dia, manfaat vaksin imunisasi bisa menekan angka kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang membahayakan.
     
Apalagi, penderita gizi buruk sangat berpotensi terserang penyakit penyerta seperti Tb, Pneummonia, dan demam. Oleh karena itu, dengan program imunisasi tentu bisa mencegah penyakit yang membahayakan sekaligus kasus kematian.
     
Sebab, imunisasi akan memberikan kekebalan pada tubuh, sehingga mereka tidak mudah terserang penyakit polio, campak juga imunisasi BCG mencegah TBC otak dan tulang.
     
Sejauh ini, kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang terjadi umumnya ringan, tidak berbahaya, dan hanya berlangsung 1-3 hari, di antaranya kemerahan di sekitar bekas suntikan, sedikit bengkak, agak nyeri, dan demam.
     
Adapun KIPI berat seperti syok dan kejang sangat jarang terjadi. Menurut dia, pelaksanaan imunisasi secara kualitas sudah meningkat karena didasarkan pendistribusian, sistem pelaporan, pemantauan wilayah setempat (PWS) dan adanya jalinan kemitraan dengan berbgai organisasi masyarakat.

Berdasarkan data yang ada pencapaian cakupan imunisasi selama periode Januari-Oktober sudah mencapai 76 persen, di antaranya jenis imunisasi yang diberikan meliputi imunisasi HB, BCG, DPT-HB, Polio, Campak  dan ibu hamil  alias ibu hamil.

Dia menjelaskan, guna memaksimalkan keberhasilan program imunisasi ini Pemkab Lebak menjalin kerjasama dengan MCC-IP yang membidangi imunisasi.

Disebutkan, MCC-IP sebagai lembaga yang ditunjuk mensukseskan program imunisasi ini juga berperan memberikan pembinaan dalam bentuk peningkatan pelatihan imunisasi dasar kepada kader imunisasi seperti bidan desa.

Namun demikian, pihaknya masih ada kelompok masyarakat di Lebak yang enggan menerima imunisasi karena berbagai alasannya yang tidak bisa dipaksakan.

Oleh karena itu, pihaknya hingga kini pelaksanaan imunisasi tidak mungkin mencapai 100 persen dan hingga saat ini  Kabupaten Lebak belum dinyatakan bebas dari penyakit campak atau polio.
    
"Saya berharap warga menyadari terhadap imunisasi karena dapat mencegah penyakit membahayakan. Tahun 2007 lalu kami besar-besaran melaksanakan vaksin imunisasi campak dan hasilnya tidak ada kasus kejadian luar biasa (KLB) Campak," ujar Rudi Hermawan.

Antara
Sumber :
Penulis: ABD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!