Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
ASI Satu Jam Pertama Selamatkan Bayi
Sabtu, 29 November 2008 | 14:38 WIB

YOGYAKARTA, SABTU - Konselor air susu ibu (ASI)  Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Amiruddin mengatakan, pemberian ASI  pada satu jam pertama setelah persalinan akan membantu memastikan keselamatan bayi yang dilahirkan.

"Berdasarkan penelitian, menyusui pada satu jam pertama kehidupan menyelamatkan lebih dari satu juta bayi, karena itu masyarakat perlu digerakkan untuk memberikan ASI  pada satu jam pertama agar dapat menyelamatkan bayi,"  ungkapnya pada acara sosialsiasi desa siaga di Yogyakarta, Sabtu (29/11).

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk melakukan kontak kulit dengan bayi segera setelah lahir, kemudian dilanjutkan dengan menyusui pada satu jam pertama.

"Setiap institusi yang berkaitan dengan kesehatan dianjurkan untuk menjadikan program menyusui pada satu jam pertama sebagai tindakan preventif serta memastikan keluarga dan masyarakat  betapa pentingnya menyusui pada satu jam pertama," ujarnya.

Mereka harus aktif  menganjurkan dan memastikan bayinya diberi kesempatan mendapat ASI pada satu jam pertama. Ia mengatakan, strategi yang harus dilakukan untuk menempuh progam itu adalah mengembangkan dan menerapkan legislasi yang melindungi perilaku pemberian ASI pada satu jam pertama menyusui.

Selanjutnya, kata dia, meningkatkan kepedulian para pengambil keputusan, tokoh masyarakat, masyarakat luas dan keluarga tentang pentingnya menyusui pada satu jam pertama.

"Selain itu , mengupayakan agar semua petugas dan sarana pelayanan kesehatan mendukung perilaku menyusui yang optimal," ujarnya.

Sementara pihak rumah sakit atau sarana  kesehatan lainnya diharapkan  menilai tempat persalinan dan hambatan pelaksanaan menyusui pada satu jam pertama, serta menganjurkan semua pihak untuk mencatat dilaksanakan atau tidak tindakan mulai menyusui pada satu jam pertama.

"Yang juga penting adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaan program menyusui pada satu jam pertama, sedangkan petugas kesehatan perlu pendidikan dan latihan tentang bagaimana membantu tindakan menyusui pada satu jam pertama," katanya.

Ia mengingatkan, para pengambil kebijakan perlu menganjurkan sarana persalinan dan institusi kesehatan terkait lainnya untuk memasukkan  program menyusui pada satu jam pertama sebagai indikator kualitas layanan ibu dan bayi yang terbaik," tandasnya.

Ant
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!