Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kasus Diabetes Terus Meningkat
Rabu, 19 November 2008 | 14:08 WIB
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Saat ini tersedia pelbagai macam obat untuk mengobati diabetes. Meski demikian, penderita tetap harus melakukan diet dan berolah raga sesuai anjuran dokter.
TERKAIT:

JAKARTA, RABU - Jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang.

Kepala Instalasi Pelayanan Pelanggan dan Humas RSUP Persahabatan, Any Reputrawati, di Jakarta, Rabu (19/11) mengatakan, tingginya angka tersebut menjadikan Indonesia peringkat keempat jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, India, dan Cina.

"Meningkatnya penderita diabetes melitus disebabkan oleh peningkatan obesitas, kurang aktivitas fisik, kurang mengkonsumsi makanan yang berserat, merokok, dan tingginya lemak," katanya.

Berdasarkan hasil survei tahun 2003, prevelansi diabetes melitus di perkotaan mencapai 14,7 persen dan di pedesaan hanya 7,2 persen.

"Jadi kalau jumlah warga DKI Jakarta 9 juta, berarti sekitar 1,25 juta jiwa di antaranya, termasuk anak-anak dan remaja," katanya.

Penyakit diabetes melitus saat ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Kurang berolahraga dan sering menkonsumsi makanan tak sehat seperti makanan cepat saji (fast food) bisa memicu penyakit diabetes melitus.

Diabetes melitus kini menjadi ancaman yang serius bagi manusia dan telah menjadi penyebab kematian urutan ketujuh di dunia. Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit ini timbul perlahan-lahan dan biasanya tidak disadari oleh si penderita.

"Ada tujuh gejala penyakit diabetes melitus, yaitu sering buang air kecil, cepat lelah dan mengantuk, berat badan menurun drastis, selalu merasa lapar dan haus, gatal-gatal disekitar kemaluan, glukosa darah lebih dari 200, dan glukosa darah saat puasa, minimal 8 jam lebih dari 126," katanya.

Penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh. Para penderita usia lanjut bisa mengalami stroke, kelainan jantung, komplikasi ginjal dan saluran kemih, komplikasi pada anggota gerak seperti jari-jari tangan dan kaki, serta kelainan pembuluh darah dan syaraf kaki.

"Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit turunan bukan menular," katanya.

Ia menyarankan kepada masyarakat, jika merasa memiliki gejala-gejala diabetes melitus segera memeriksa kadar gula darah di puskesmas atau di rumah sakit dan konsultasi ke dokter, tuturnya.

Antara
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!