Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Suplemen Vitamin C dan E tak Kurangi Risiko Kanker
Senin, 17 November 2008 | 16:42 WIB

MENGONSUMSI pil atau suplemen vitamin C dan E ternyata tidak mempengaruhi risiko seseorang mengidap kanker, demikian hasil riset terbaru melibatkan sekitar 15.000 pria di Amerika Serikat.

"Setelah hampir 10 tahun partisipan melakukan suplmentasi vitamin C atau E, kami tak menemukan bukti yang mendukung penggunaan kedua suplemen tersebut dalam pencegahan kanker," ungkap Howard D. Sesso, Sc.D., M.P.H., asisten profesor jurusan kesehatan di Brigham and Women’s Hospital.

"Meskipun penggunaan suplemen vitamin C dan E tidak memberikan manfaat perlindungan, kedua pelengkap itu juga tak menimbulkan bahaya," tambahnya.

Penelitian tersebut, yang didanai National Institutes of Health dan sejumlah produsen vitamin, melacak risiko kanker pada 14.641 dokter pria AS yang menggunakan vitamin E 400 IU setiap hari atau plasebo, atau 500 miligram vitamin V setiap hari atau plasebo. Usia rata-rata partisipan adalah 64 tahun pada awal riset dan perkembangan mereka diikuti selama delapan tahun.

Sebanyak 1.929 kasus kanker ditemukan di antara para partisipan, termasuk 1.013 kanker prostat. Secara keseluruhan, 490 pria yang mengonsumsi vitamin E terserang kanker prostat. Sementara pada kelompok plasebo, kasus kanker dialami 523 pria.

Hasil serupa terlihat pada pengguna vitamin C. Secara keseluruhan, risiko kanker tak memperlihatkan perbedaan mencolok antara kedua kelompok itu.

"Percobaan klinis seperti ini dengan cepat menutup pintu bagi harapan bahwa suplementasi vitamin yang umum ditemukan mungkin melindungi manusia dari kanker," kata Marji McCullough, kepala bagian gizi di American Cancer Society.

"Untuk memperoleh dua vitamin itu dan zat gizi lainnya, American Cancer Society menganjurkan agar masyarakat mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan -- sayur, buah dan jenis padi-padian. Bonusnya ialah jenis makanan itu membantu mencegah kegemukan, yang meningkatkan resiko beberapa jenis kanker," tegas McCullough.

Xinhua
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!