Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Waspadai Ancaman Diabetes Mellitus
Kamis, 13 November 2008 | 16:09 WIB
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Saat ini tersedia pelbagai macam obat untuk mengobati diabetes. Meski demikian, penderita tetap harus melakukan diet dan berolah raga sesuai anjuran dokter.
TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Diabetes mellitus atau DM kini menjadi ancaman serius bagi umat manusia di dunia. Pada tahun 2003, Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan, 194 juta jiwa atau 5,1 persen dari 3,8 miliar penduduk dunia usia 20-79 tahun menderita DM dan pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 333 juta jiwa. Sebagian penderita diabetes mengalami komplikasi yang membahayakan keselamatan jiwa.

Di Indonesia, penderita diabetes juga mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2020. Tingginya angka kesakitan itu menjadikan Indonesia menempati urutan keempat dunia setelah Amerika Serikat, India dan China sebagaimana dicantumkan dalam Diabetes Care tahun 2004. Survei Kesehatan Rumah Tangga atau SKRT memberi gambaran terjadinya peningkatan prevalensi DM dari tahun 2001 sebesar 7,5 persen menjadi 10,4 persen pada tahun 2004.

"Peningkatan angka kejadian diabetes itu seiring de ngan meningkatnya faktor risiko di antaranya obesitas atau kegemukan, kurang aktivitas fisik, kurang mengonsumsi makanan berserat tinggi, tinggi lemak, merokok, dan kelebihan kolesterol," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Departemen Kesehatan, Yusharmen, dalam seminar sehari bertema Pengendalian Faktor Risiko dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus, Kamis (13/11), di Kantor Depkes, Jakarta.

"Diabetes atau kencing manis adalah penyakit metabolisme yang ditandai tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit ini juga sering disebut dengan the great imitator karena dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan keluhan," kata Yusharmen. Penyakit ini timbul perlahan-lahan, sehingga seseorang tidak menyadari berbagai perubahan dalam dirinya.

Penyakit itu ditandai dengan gejala antara lain banyak minum atau mudah haus, banyak kencing dengan frekuensi 3-4 kali terutama pada malam hari, banyak makan atau mudah lapar, mudah lelah serta kadang berat badan menurun drastis. "Diagnosis diabetes ditegakkan bila seseorang memiliki gejala-gejala itu dan pada pemeriksaan darah sewaktu hasilnya lebih besar dari 200 atau pada pemeriksaan gula darah puasa minimal 8 jam hasilnya lebih dari 126," ujarnya.

Penyebab diabetes cenderung diturunkan, bukan ditularkan. Anggota keluarga diabetes memiliki kemungkinan besar terserang penyakit ini dibanding dengan anggota keluarga yang tidak menderita diabetes. Selain itu, diabetes dapat disebabkan virus seperti rubela dan human coxsackievirus B4. "Sebenarnya diabetes dapat dikendalikan dengan antara lain kontrol gula darah secara teratur, makan dengan gizi seimbang dan terencana, tidak merokok, dan berolah raga secara teratur," kata dia.

Penulis: EVY   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!