
SEMARANG, RABU - Dewi Sartika (15), yang meninggal di Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang pada Jumat (7/ 11) lalu dinyatakan positif flu burung. Dinas Kesehatan Kota Semarang pun menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
"KLB ditetapkan karena kasus flu burung belum pernah terjadi," kata Kepa a Dinas Kesehatan Kota Semarang, Tatik Suyarti, Rabu (12/11) di Semarang. Sebelumnya ada pasien positif flu burung yang meninggal pada tahun 2006 di rumah sakit yang sama. Namun, pasien tersebut merupakan rujukan dari Kudus, Jawa Tengah.
Langkah selanjutnya yang diambil Dinkes Kota Semarang adalah sosialisasi dan penyemprotan kandang unggas. Mereka juga membuka posko kesehatan di daerah tempat tinggal Dewi, yaitu di Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Setiap ada warga yang mengalami demam tinggi, Dinkes Kota Semarang akan memeriksa sampel darahnya.
Agus Supriyoto, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Siwalan, mengatakan, tiga tempat pemotongan ayam di wilayahnya telah ditutup sejak Jumat pekan lalu. Namun masih ada warga yang melapor bahwa pemotongan ayam masih terjadi di tempat itu, kata Agus.
Menurut Agus, Dewi jarang keluar rumah, apalagi pergi ke tempat pemotongan ayam. Akan tetapi, kendaraan yang mengangkut ayam itu melewati rumah tinggal Dewi. Pengangkutan ayam berlangsung sebanyak tiga kali setiap hari. Dalam satu hari, ada sekitar 200 ekor ayam yang diangkut.
"Sebagai warga kami sangat merasa was-was dan meminta pemerintah untuk segera bertindak," kata Agus. Saat ini, ada satu warga di wilayah tersebut yang sedang dirawat di Rumah Sakit Dokter Kariadi karena badannya panas. Selain itu, ada empat warga lainnya yang mengalami panas badan.