
SURABAYA, SENIN — Operasi pemisahan bayi kembar siam parasit dengan jenis incomplete conjoined twin (bayi kembar siam tidak komplet/parasit) asal Kupang, Yovansa Frenando, yang dilakukan pada Senin ini diperkirakan menghabiskan biaya Rp 300 juta.
Ketua tim dokter kembar siam RSU Dr Soetomo dr Agus Harianto, SpAK mengatakan, biaya operasi kali ini gratis karena dibiayai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pemprov NTT.
"Ia termasuk pasien maskin (masyarakat miskin) jadi semua biaya ditanggung pemerintah," katanya.
Menurut dia, biaya operasi tersebut digunakan untuk sewa kamar, monitoring liver, bedah plastik, dan lainya. "Untuk dokternya gratis," katanya.
Bayi kembar Yovansa telah memenuhi syarat untuk operasi, yakni dilihat dari umur 4 bulan 20 hari dengan berat badan 4 kg. Adapun dokter yang menangani operasi sebanyak 40-50 dokter dan perawat.
Mengenai risiko operasi pemisahan parasit dari induknya, Yovansa sangat rentan dengan pendarahan dan infeksi. Operasi sendiri diperkirakan berlangsung selama 4-6 jam.
"Operasi yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga saat ini berjalan lancar. Mudah-mudahan sukses sampai akhir," katanya.
Bayi kembar siam asal Kupang tersebut adalah putra dari Yosep Elik dan Yenny Elik yang lahir pada 19 Juni 2008 sekitar pukul 23.00. Bayi itu dirujuk ke RSU Dr Soetomo pada 2 Juli 2008.