Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pasien Terduga Flu Burung Kembali Muncul di Semarang
Kamis, 6 November 2008 | 21:05 WIB

SEMARANG, KAMIS - Pasien terduga kuat flu burung (avian influenza atau AI) kembali muncul setelah satu tahun nihil kejadian flu burung yang menyerang manusia di Semarang, Jawa Tengah. Dugaan itu muncul atas seorang anak perempuan berinisial DS (15) yang sedang dalam kondisi kritis di RS dr Kariadi Semarang.  

Ini adalah kasus pertama di tahun 2008, setelah tahun 2007 kami tidak menangani kasus AI positif. Penderita sudah dalam kondisi kritis, dan harus menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan, kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan paru-paru RS dr Kariadi Agus Suryanto di Kota Semarang, Kamis (6/11).

Agus menjelaskan, gejala-gejala yang dialami oleh anak yang tinggal di Kecamatan Semarang Timur tersebut sangat mirip dengan gejala flu burung, yaitu demam yang tidak kunjung mereda, serta gangguan respirasi yang progresif memburuk. DS sudah dibawa ke puskemas, serta ke salah satu RS swasta di Semarang Timur dan tidak kunjung memba ik. Karena itu, sejak Senin lalu DS segera dirujuk ke RS dr Kariadi untuk mendapat penanganan intensif.

Riwayat lain yang membuat kami curiga pasien ini trekena flu burung adalah lingkungan tempat tinggal pasien yang ternyata dekat dengan pusat pemotongan unggas, papar Agus.

Kini DS dirawat di ruang isolasi khusus flu burung. Agus menambahkan, tenaga medis telah dua kali mengambil sampel darah untuk diuji di laboratorium. Hasil uji baru dapat dipastikan setelah pengambilan sampel darah yang ketiga.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto mengatakan, kewaspadaan terhadap flu burung seharusnya sudah dimulai dari petugas di puskesmas. Setiap mendapati pasien dengan gejala-gejala flu, seharusnya petugas kesehatan menanyakan apakah di lingkungan tempat tinggal pasien terdapat unggas yang sakit atau mati.

Sulitnya mencegah flu burung ini disebabkan sering kali petugas yang berada di barisan paling depan ini tidak waspada. "Padahal, kalau sejak awal sudah terdeteksi dan pasien diberikan obat tamiflu yang sekarang sudah tersedia di tingkat puskesmas, flu burung bisa dicegah," ujar Hartanto.

Ke depan, Hartanto menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan terkait pemetaan wilayah endemik flu burung. Di Kota Semarang, Kecamatan Semarang Timur merupakan wilayah endemik flu burung, karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut harus lebih berhati-hati.

 

Penulis: UTI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!