Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Tim Kesehatan Haji Mulai Bekerja
Kamis, 6 November 2008 | 09:41 WIB
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Jemaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta menunggu keberangkatan di Terminal Haji, Bandara Sukarno Hatta, Jakarta, Rabu (5/11). Sebayak 210.000 jemaah haji tahun 1429H diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dalam 497 kloter selama 28 hari.
TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Sejak sebelum kedatangan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci, tim kesehatan haji sudah tiba lebih dulu bersama petugas haji lainnya.

Kesibukan tim kesehatan haji Indonesia semakin terasa, khususnya untuk mempersiapkan sarana prasarana kesehatan dan penempatan petugas di 15 sektor yang tersebar di seputar pemondokan jemaah haji Indonesia di Mekkah.

Wakil Kepala Daerah Kerja Mekkah bidang Pelayanan Kesehatan, dr Zainuswir Zainoen mengatakan, tim kesehatan haji Indonesia daerah kerja Mekkah telah mengirimkan peralatan kesehatan, obat-obatan dan di setiap sektor menempatkan satu unit ambulans.

Laporan Media Center Haji di Jakarta, Kamis (6/11) menyebutkan, saat ini seluruh tim kesehatan haji telah siap untuk memberi pelayanan kesehatan kepada jemaah. Termasuk  memberikan perawatan kesehatan jika diperlukan jamaah haji yang sudah mulai tiba di Arab Saudi sejak kemarin.

Jamaah haji bisa mendapatkan pelayanan kesehatan ketika berada di sektor maupun di Balai Pengobatan Haji Indonesia.

"Kita mengerahkan 209 tenaga kesehatan terdiri dari dokter, para medis, petugas sanitasi dan survailance, sansur, apoteker dan asisten apoteker," ujar Zainuswir.

Tentang obat-obatan, Zainuswir mengatakan, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik sejak dari tanah air.  

 

Penulis: Imam Prihadiyoko   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!