
TANGERANG, SABTU - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten selama Januari - Oktober 2008 mencatat sebanyak 5.764 penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).
"Mereka tersebar hampir merata di setiap kecamatan," Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Yully Soenar Dewanti, Sabtu.
Ia mengatakan mayoritas penderita ISPA terdapat di daerah yang berdekatan dengan kawasan industri skala besar. Keberadaan pabrik tersebut menimbulkan polusi udara dari proses produksinya, yang berdampak pada kesehatan warga.
ISPA juga diakibatkan kekurangan gizi, berat badan yang tidak proposional, serta kekurangan vitamin A.
ISPA masih menjadi penyebab utama kematian balita di wilayah Kabupaten Tangerang.Data dinas kesehatan menunjukkan jumlah penderita ISPA bergerak secara fluktuatif setiap tahun. Pada 2005 mencapai 8.793 orang, 2006 sebanyak 5.699 orang dan 2007 sebanyak 2.508 orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penderita ISPA, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melakukan deteksi dini, penyuluhan serta menyediakan obat di puskesmas.
Yully menjelaskan, pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di wilayah padat penduduk untuk mewaspadai musim pancaroba karena bakteri maupun wabah penyakit mudah menyebar pada musim itu.
Dinkes juga mengimbau masyarakat Kabupaten Tangerang mewaspadai penyebaran penyakit berbahaya lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare dan kolera.