Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
PMI Kurang Pendonor Darah
Rabu, 22 Oktober 2008 | 17:27 WIB

JAKARTA, RABU - Meski dari tahun ke tahun jumlah donor darah cenderung meningkat namun Palang Merah Indonesia (PMI) hingga kini masih kekurangan pendonor darah.
    
Direktur Unit Transfusi Darah Pusat PMI Yuyun SM Soedarmono di Jakarta, Rabu, menjelaskan 211 Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di seluruh Indonesia hanya menerima sumbangan sebanyak 1,5 juta kantong darah (setiap kantong berisi 250 cc darah) tahun 2006 dan jumlahnya meningkat menjadi 1,8 juta kantong pada 2007, dan diperkirakan menjadi dua juta kantong tahun ini.
    
Namun, menurut dia, hingga sekarang jumlah pendonor darah di Indonesia tergolong sedikit, hanya tujuh dari seribu orang.
    
"Ini terjadi karena belum semua orang tahu kemana harus mendonor, sebagian takut dengan jarum suntik, adapula yang takut tertular penyakit.  Padahal dengan metode dan teknologi yang kami pakai sekarang, kemungkinan itu sangat kecil terjadi," katanya.
    
Kondisi yang demikian, katanya, membuat ketersediaan darah di PMI tidak bisa selalu stabil.  Pada kondisi tertentu, seperti bulan puasa dan Hari Raya, ketersediaan darah di PMI biasanya menipis.  
    
"Penipisan stok biasanya terjadi pada pekan keempat bulan Ramadhan dan satu pekan setelah Lebaran.  Ini terjadi karena 50 persen unit transfusi darah ada di Jawa, dan selama bulan Ramadhan dan Lebaran penduduk Jawa biasanya mudik," katanya.
    
Selain itu, ia menjelaskan, pada hari-hari biasa pun kadang sediaan darah tertentu, seperti AB, sulit didapat karena pendonornya sedikit.
     
Akibatnya, orang yang membutuhkan transfusi darah harus menunggu beberapa waktu atau mencari donor sendiri untuk mendapatkan darah dan PMI hanya bisa membantu memeriksa dan memrosesnya sesuai dengan kebutuhan.
    
Ia menjelaskan, untuk mengatasi masalah krisis darah tahunan pada akhir Ramadhan PMI melakukan kampanye pada kelompok masyarakat nonmuslim agar mereka bersedia mendonorkan darahnya selama Ramadhan.
    
PMI juga bekerja sama dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) dalam melakukan kampanye ke semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan minat masyarakat mendonorkan darahnya.  
    
"Biasanya melalui radio, atau penyebaran pamflet dan penyuluhan pada hari palang merah.  Harusnya memang butuh lebih banyak penyuluhan langsung, tapi itu belum bisa dilakukan karena sumber daya kami masih terbatas," katanya.
    
Disamping itu, katanya, PMI juga menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk mendapatkan sumbangan darah dan menggalang pendonor darah.

Antara
Sumber :
Penulis: ABD   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!