Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Asal Usul Pengobatan Tuberkulosis
Rabu, 22 Oktober 2008 | 16:12 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO
Rontgen tubuh yang terkena TBC (kanan) dan yang tidak, dipamerkan pada peringatan Hari TBC Sedunia 2006, akhir Maret 2006.
TERKAIT:

PENYAKIT Tuberkulosis (TBC) sudah dikenal sejak tahun 410 Sebelum Masehi. Hippocrates (460-380 SM) mencatat adanya sejenis Tuberkulosis yang dikenal di Yunani Kuno dengan sebutan phthisis. Hingga abad ke-19 diketahui 25 persen penyakit penyebab kematian di Eropa adalah Tuberculosis.

Pada orang dewasa, baksil TBC menyebar di paru-paru, menghancurkan lapisan organ pernapasan dan mengganggu rongg a napas yang pada tingkat tertentu penderita akhirnya menyebarkan infeksi tersebut.

Seorang dokter Jerman bernama Robert Koch (1834-1910) di tahun 1882 menemukan mikroba penyebab TBC. Namun, sebelum antibiotik streptomycin ditemukan tahun 1943, upaya menyembuhkan TBC hingga tuntas belum berhasil.

Streptomycin ditemukan tahun 1943 oleh Albert Schatz (1920-2005) setelah melakukan riset di Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika Serikat. Penyelia Schatz, Selm an Waksman (1883-1973) justru mendapat pengakuan atas penemuan tersebut dan bahkan dianugerahi Hadiah Nobel di bidang pengobatan tahun 1952.

Akhirnya, peran Schatz diakui setelah menang dalam putusan pengadilan sehingga dia mendapat bagian royalti dari produksi serta penjualan streptomycin.

(Iwan Santosa, disarikan dari The Book of Origins, karya Trevor Homer, Penguin Books, London, 2007 )  

 

 

Penulis: ONG   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!