Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Insomnia Kronis, Gangguan Tidur 4 Minggu Lebih
Sabtu, 11 Oktober 2008 | 15:24 WIB

JIKA Anda mengalami gangguan tidur yang mengakibatkan kesulitan memejamkan mata selama lebih dari 4 minggu, hati-hatilah. Bisa jadi insomnia kronis telah menyerang Anda.

Insomnia merupakan persepsi atau keluhan kekurangan tidur disebabkan berbagai faktor, diantaranya kesulitan tidur, terjaga dari tidur terlalu cepat dan tidur yang tidak nyaman.

"Kalau keluhan sulit tidur dialami lebih dari 4 minggu, ada kemungkinan mengalami insomnia kronis. Penyebabnya, karena terjadi perubahan pada struktur kimia otak dan hormon otak, serta terdapat gangguan psikiatrik," jelas DR. Dr. Nurmiati Amir Sp.KJ dari bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran UI, di acara peluncuran obat Insomnia Rozerem (Ramelteon), di Jakarta, Sabtu (11/10).

Lebih jauh Nurmiati memaparkan, gangguan psikiatrik yang menjadi penyebab insomnia kronis misalnya kecemasan, depresi dan penggunaan zat-zat tertentu. Selain itu, kondisi medis juga bisa menjadi penyebab insomnia, seperti asma, rematik dan efek samping pengobatan.

Selain insomnia kronis, terdapat dua jenis insomnia lainnya, yaitu insomnia transient dan insomnia jangka pendek. Insomnia transient terjadi jika keluhan sulit tidur berlangsung kurang dari satu minggu. Biasanya disebabkan stres akut atau akibat sistem pekerjaan berdasarkan shift.

Sedangkan insomnia jangka pendek, jika keluhan sulit tidur terjadi dalam 1-4 minggu. Insomnia jenis ini disebabkan stres yang terus menerus atau akibat penyakit akut.

Nurmiati juga menjelaskan, dampak merugikan bagi mereka yang menderita insomnia menurunnya kualitas hidup, gangguan jiwa, stamina fisik menurun dan menurunnya produktivitas.

Perawatan yang bisa dijalani oleh penderita insomnia, antara lain dalam bentuk pengobatan, psikoterapi, memperbaiki kualitas tidur dan menghilangkan penyebab utama kesulitan tidur.

Menurut data www.cureresearch.com, prevalensi insomnia di Indonesia sekitar 10 persen. Artinya, kurang lebih 28 juta dari total 238 juta penduduk Indonesia menderita insomnia.

Penulis: Inggried Dwi Wedhaswary   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!