Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Larang Merokok, Petinju Dibunuh
Rabu, 3 September 2008 | 00:26 WIB
GETTY IMAGES/CATE GILLON
Dua anak James Oyebola, Olivia (15 tahun) dan Kristel Oyebola (14 tahun), memandang foto bapaknya.

LONDON,SELASA- Mantan petinju kelas berat Inggris, James Oyebola, tewas ditembak karena menegur sekelompok orang untuk tidak merokok di sebuah klab malam di Fulham, London. Oyebola, petinju kelahiran Nigeria ditembak tanpa perikemanusiaan di klab malam Chateau 6 di Fulham, London Barat, Juli 2007.

Dalam sidang kasus ini di London, Selasa (2/9), jaksa penuntut Jeremy Donne menyebut penembakan tersebut merupakan pembunuhan tidak berperikemanusiaan. Oyebola tidak pernah sadar hingga tewas karena tembakan yang mengenai leher dan kakinya.

Ia meninggal dunia empat hari setelah kejadian, setelah dokter rumah sakit memutuskan untuk menghentikann alat-alat bantu penunjang hidupnya. Ia pernah meraih gelar juara kelas berat Inggris pada 1994 dan meraih medali perak di pesta olahraga negara-negara persemakmuran di Edinburgh 1986.

Dalam kejuaraan ini ia dikalahkan Lennox Lewis di babak semifinal. Lewis di kemudian hari menjadi juara dunia tinju kelas berat.

Empat orang tertuduh pembunuh Oyebola yaitu Cyle carth, 18; Dean Francis, 24; Rene McKoy, 20 dan Kanyanta Mulenga, 23. Keempat tertuduh ini berasal dari London selatan dan menolak tuduhan pembunuhan.

"Setiap pembunuhan hampir dipastikan dilakukan tanpa perasaan, namun pembunuhan kali ini benar-benar tanpa perasaan," kata Donne. Ia menyebut James Oyebola terlibat pertikaian masalah merokok dalam klub.

"Dalam pertikaian dengan empat orang ini, seorang dari mereka mengambil pistol dan menembak tuan Oyebola." Rekaman CCTV menunjukkan pelaku penembakan adalah Mulenga yang melarikan diri setelah melakukan penembakan.

Namun menurut Donne, keempat tertuduh tersebut tahu tentang pemilikan senjata oleh Mulenga dan kemungkinan penggunaannya apabila terjadi sesuatu hal.

"Karena mengetahui hal ini serta karena keterlibatan mereka dalam pertikaian (dengan Oyebola), semua tertuduh harus bertanggungjawab," kata Donne lagi.

Seorang saksi yang juga DJ klab malam tersebut, James Cornwell, mengatakan Oyebola terlibat pertikaian dengan tiga orang, seperti raksasa bertarung dengan anak-anak. Cornwell juga mengaku melihat seseorang menembakkan senjata sebelum semua orang melarikan diri.

Saksi lain mengatakan Oyebola terlihat menikmati suasana sebelum terjadinya pertikaian. Ia memang meminta para pengunjung untuk tidak merokok di klab malam yang merupakan milik temannya tersebut. (CAY)

Penulis: CAY   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!