Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Panduan Baru Pemberian ARV dalam Terapi AIDS
Jumat, 29 Agustus 2008 | 17:45 WIB

JAKARTA, JUMAT - Pakar penyakit dalam Prof. Dr. Zubairi Djoerban, S.Pd KHOM menyatakan kini ada panduan baru pemberian obat antiretroviral (ARV) dalam terapi pengobatan infeksi virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS).

"Hasil konferensi AIDS internasional di Meksiko pada 3-8 Agustus lalu antara lain panduan pemberian ARV yang baru. Dalam panduan ini terdapat beberapa perubahan, antara lain tentang kapan ARV bisa mulai diberikan," kata praktisi medis dari Pusat Layanan Terpadu HIV-AIDS Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu di Jakarta, Jumat (29/8).

Prof Zubairi menjelaskan, dalam panduan yang lama pemberian ARV hanya boleh dilakukan pada orang dengan HIV/AIDS (odha) dengan CD4 (sel darah putih yang berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh-red) 200 atau kurang namun dalam panduan tahun 2008 mesti diberikan kepada odha dengan CD4 350 atau kurang.

Dalam panduan baru tersebut, katanya, pemberian ARV juga bisa langsung dilakukan pada pasien dengan riwayat diagnosis AIDS, pasien yang sedang hamil, pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan pasien dengan koinfeksi hepatitis B.

Ia menjelaskan pula bahwa panduan baru tersebut dibuat berdasarkan bukti-bukti baru yang ditemukan dalam pengobatan AIDS. "Dasarnya, pengobatan yang bersifat individu lebih efektif, pengobatan pada masa awal dapat menekan perkembangan virus dan lebih mudah, pengobatan lebih awal dapat menekan resistensi dan yang penting ini bisa diaplikasikan di negara berkembang," katanya.

Tuan Rumah
Pada kesempatan itu, Prof. Zubairi menjelaskan pula bahwa tahun 2009, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi kongres internasional AIDS di Asia Pasifik (International Congress on AIDS in Asia and Pacific/ICAAP) kesembilan.

Kongres menurut rencana diselenggarakan pada 9-13 Agustus 2009 di Bali. Kongres ditujukan untuk mempromosikan hasil penelitian ilmiah terkini, menyediakan forum bermakna untuk dialog, serta mendorong individu dan kelompok untuk menanggulangi AIDS di Asia Pasifik dan memastikan upaya itu berlanjut.

Pertemuan itu juga diharapkan bisa berlangsung dalam suasana kondusif sehingga memungkinkan setiap peserta untuk melakukan konsultasi dan membangun jaringan guna memperkuat pengetahuan dalam menanggulangi AIDS.

Antara
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!