Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Hanya Sekadar Cemburu Atau Demi Uang?
Rabu, 23 Juli 2008 | 05:39 WIB

PENEMUAN empat jenasah korban pembunuhan di belakang rumah orangtuaVery Idma Henyansyah alias Ryan (30) makin membuat penyidikan kasus mutilasi atas Heri Santoso makin rumit. Spekulasi awal tentang motif pembunuhan keji itu semata-mata karena cemburu bisa saja meleset. Atau setidaknya memang ada motif lain pembunuhan itu.

Seperti diberitakan, pada awal-awal terungkapnya kasus mutuilasi atas Heri Santosa muncul spekulasi bahwa motif mutialsi itu adalah cinta antarsesama jenis, dan kemudian berkembang ke soal cemburu. Maklum, pembunuhan keji seperti itu biasa dilakukan kalangan homoseksual yang dilanda cemburu atau dilanda kekhawatiran luar biasa akan kehilangan pasangannya. Di kalangan ini, dikenal istilah loose-loose solution, atau dalam bahasa Jawa pokoke kabeh ora ngalap alias kalau saya tidak dapat (memiliki), orang lain juga tidak boleh (memiliki).

Spekulasi ini berkembang karena dugaan bahwa salah satu di antara korban (Heri) dan pelaku (ketika itu belum diketahui) adalah pasangan homoseksual. Ketika kemudian Ryan tertangkap dan diketahui bahwa baik Heri maupun Ryan ternyata sama-sama berperan sebagai wanita dalam dunia homoseksual, maka spekulasi tentang motif kemudian berkembang menjadi kecemburuan.

Hal ini diperkuat dengan pengakuan tersangka Ryan bahwa dia cemburu dan tersinggung berat ketika Heri dengan terang-terangan naksir cowoknya yang bernama Noval. Kecemburuan, atau lebih tepatnya kekhawatiran kehilangan Noval kalau sampai diselingkuhi Heri kemudian membuat Ryan meledak dan memunculkan perilaku keji dengan memotong-motong tubuh jenasah Heri.

Dalam kasus Heri, dugaan mengenai motif pembunuhan adalah cemburu atau kekhawatiran akan kehilangan pasangan alias motif seksual semata barangkali benar. Lalu apa motif pembunuhan terhadap korban-korban lain yang ternyata tdiak dimutilasi? Benarkah semata-mata cemburu atau berkait dengan urusan seksual semata? Atau jangan-jangan ada motif lain?

Bisa soal harta, bisa juga psikopat

Motif penguasaan harta korban sebenarnya juga terungkap saat penangkapan Ryan dalam kaitan mutilasi Heri Santoso. Ryan ternyata mengambil barang-barang milik Heri, termasuk kartu ATM. Dari kartu itu pulalah, polisi akhirnya membongkar kejahatan Ryan.

Motif penguasaan harta juga disampaikan keluarga Ariel Somba Sitanggang (34), salah satu korban yang diduga dikubur di belakang rumah Ryan di Jombang, Jawa Timur.

Ikhwal motif penguasaan harta atau materi itu juga diakui seorang penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya yang menangani kasus ini. "Bukti-bukti yang ditemukan mengarah ke sana," katanya kepada Kompas.com.

Salah satu buktinya adalah adanya kesamaan dari kasus kematian Heri dan Ariel. Di antaranya, Ryan selalu mengambil barang-barang berharga yang dimiliki korban. Pada kasus Heri, misalnya, Ryan terbukti mengambil mobil Suzuki APV B 8986 HR milik korban. Ryan juga terbukti melakukan penarikan tunai menggunakan ATM milik Heri sebesar Rp 6 juta. Ia juga menggunakan kartu kredit Heri. Sedangkan pada kasus Ariel, Ryan menggunakan ATM korban untuk berbelanja di Mal Ambassador, Kuningan, Jakarta Selatan, setelah membunuhnya.

Dari pengakuan sementara, Ryan nekat membunuh Ariel karena kecewa. Ariel berjanji akan merenovasi rumah orangtua Ryan. Namun, belakangan Ariel mengingkari janji tersebut setelah tahu bahwa Ryan telah memiliki seorang kekasih bernama Novel alias Noval. Ryan kemudian memukul kepala Ariel dengan menggunakan sebongkah batu besar hingga tewas.

Selain Ariel dan Heri, Ryan juga membunuh tiga orang lainnya yang ditemukan kerangkanya di belakang rumah orangtuanya di Jombang, Jawa Timur, Senin (21/7). Ryan diduga juga membunuh Nani Kristanti (31) beserta anaknya yang berusia tiga tahun. Nani merupakan teman Ryan yang bertemu di sebuah pusat kebugaran di Jombang, Jawa Timur dan dilaporkan hilang bersama anaknya. Bukan tidak mungkin motif pembunuhan-pembunuhan ini juga dipicu nafsu Ryan menguasai materi korbannya.

Spekulasi lain, pada awalnya Ryan memang membunuh karena motif seksual semata. Akan tetapi kemudian dia merasa mendapat manfaat materi dengan mengambil barang-barang milik korbannya. Dan itu membuat dia merasa keenakan, sehingga perbuatan itu terus menerus diulang dengan korban yang terus dicari pula.

Apakah dia seorang psikopat? Bisa jadi ia memang punya kecenderungan ke sana, seperti dikatakan psikiater RS Dr Sutomo Surabaya Nalini M Agung dalam tulisan lain kasus ini. (C9-08)

Penulis: M Suprihadi   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!