Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ryan Punya Kecenderungan Psikopat
Rabu, 23 Juli 2008 | 05:37 WIB

SURABAYA, SELASA- Psikiater di Rumah Sakit Dr Soetomo, Nalini M Agung, mengatakan, tersangka Verry atau Ryan diduga memiliki kecenderungan psikopat yang tidak selalu berkait dengan orientasi seksualnya.

Dikatakan Nalini, gejala penyakit jiwa Ryan itu terlihat dari ekspresi Ryan yang tampak tanpa rasa bersalah ketika menceritakan pembunuhannya dan proses pembunuhan yang cenderung sadis, bahkan memutilasi salah satu korbannya.

“Psikopat adalah keadaan psikiatri berupa kurangnya empati atau kepedulian disertai minimnya kontrol impuls dan perilaku,” kata Nalini, Selasa (22/7).

Gejala psikopat itu juga tampak dari banyaknya jumlah korban. Kemungkinan Ryan penderita psikopat makin kuat bila dugaan seorang perempuan menjadi korbannya terbukti benar. Sebab, kelainan jiwa psikopat tidak berkaitan dengan orientasi seksual Ryan yang menyukai sesama jenis (homoseksual).

Menurut Nalini, penyebab psikopat bisa dari faktor genetik, lingkungan, maupun campuran keduanya. Secara genetik, seseorang menjadi psikopat dan memiliki kecenderungan melakukan kekerasan berlebihan bila kekurangan atau kelebihan satu kromosom atau hormon tertentu. “Kelainan ini sangat rumit, baik penyebab, gejala, maupun pemicunya. Belum pernah ada penelitian yang berhasil menyimpulkannya,” ujar dosen di Universitas Airlangga itu.

Penderita psikopat, katanya, juga kerap tak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka kerap tampil sebagai pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, memesona, mempunyai daya tarik luar biasa, menyenangkan, dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan, bersikap religius, dan kelihatan tampak sukses dalam karier.

Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa pembunuhan Ryan berlatar belakang asmara. Keberadaan kaum homoseksual yang belum bisa diterima masyarakat membuat komunitas itu cenderung tertutup, eksklusif, dan terbatas. Mereka kerap terdorong berbuat kekerasan karena tak punya pilihan.

“Harus dipahami, kaum homoseksual mempunyai dinamika psikologi seperti perempuan yang meletup-letup namun dengan kekuatan fisik seorang lelaki. Kombinasi keduanya menghasilkan kekerasan,” kata Nalini.

Penulis: IRE   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!