Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pembunuhan Diduga Saat Orangtua Pergi
Rabu, 23 Juli 2008 | 05:30 WIB

JOMBANG, SELASA-  Hingga Selasa (22/7) ini polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan dari Achmad dan Siatun, dua orangtua Very Idham Henyansyah alias Ryan, tersangka mutilasi dan sejumlah dugaan pembunuhan. Akan tetapi, polisi belum bersedia mengungkap hasil pemeriksaan tersebut.

Dari seorang kerabat Ryan yang bernama Solikan (38), diperoleh keterangan, kemungkinan pembunuhan atau pemakaman para korban yang telah dibunuh Ryan dilakukan saat kedua orangtuanya sedang tidak berada di rumah. Sebab, kata Solikan, Achmad dan Siatun memang biasa meninggalkan rumah pada hari Jumat dan Sabtu.

"Mereka ke rumah Neni, ke Jenggolo, Sidoarho. Jadi tidak ada yang tahu ia (Ryan) melakukan hal itu," kata Solikan. Neni adalah anak angkat pasangan Achmad-Siatun.

Tetangga yang lain, Yanto (39), bahkan mengaku tidak pernah mendengar atau melihat apa pun yang aneh dari rumah orangtua Ryan selama ini. “Saya kerja sejak pagi dan baru pulang sore hari. Istri saya juga begitu," kata Yanto yang mengaku tidak peduli lagi pada keluarga orangtua Ryan.

Kasmanan (37), yang rumahnya berhadap-hadapan dengan rumah orangtua Tyan juga mengungkapkan hal yang sama. “Waduh, saya jarang bertemu Very (Ryan),” katanya singkat.

Korban mungkin bertambah

Sementara itu, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan kemungkinan masih bertambah empat orang lagi. Selasa (22/7), sejumlah orang dari tiga keluarga berbeda mendatangi Kepolisian Resor Jombang untuk mengadukan kehilangan empat orang anggota keluarganya.

Pertama adalah Suprayitno, yang sejak tanggal 2 April 2008 lalu kehilangan istrinya yang bernama Nanik Hidayati (32) dan putrinya, Sylvia Ramadani Putri (3). Nanik adalah rekan Ryan semasa mereka berdua masih menjadi anggota klub fitnes dan senam Marcella di Jalan Gatot Subroto 130, Jombang.

“Setelah hari itu menghilang, ada SMS dari nomor istri saya. Tetapi isinya sangat aneh, dan itu bukan (bahasa) istri saya. Tiga hari setelah hilang, motor yang dipergunakan istri saya ditemukan di tempat penitipan motor di dekat Terminal Kota Mojokerto,” kata Suprayitno.

Keluarga kedua yang datang ke Polres Jombang adalah pasangan Misinem (51) dan Tumidjo (52) yang kehilangan putra keduanya, Guruh Setyo Pramono (28) dari Nganjuk. Guruh dilaporkan hilang sejak 5 April 2007. Guruh diduga salah satu korban yang dikuburkan Ryan dan sempat disebutkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu berdasarkan pengakuan Ryan sebagai korban bernama Guntur.

“Keluarga tidak tahu Guruh punya hubungan atau kenal dengan Very. Tetapi terakhir kali ia diantarkan adiknya ke terminal pada 5 April 2007. Sejak itu tidak pernah ada kabarnya,” ujar Misinem sembari terisak.

Berikutnya datang Moh Shobirin (37) yang mengaku kehilangan salah seorang kemenakannya bernama Moh Zainul Abidin alias Zaki (21) sejak 7 Januari 2008. Zaki diketahui akrab dengan Ryan menjelang saat-saat terakhir dan sempat mengatakan tengah berada di Malang pada 8 Januari 2008.

“Saya baru saja menemukan sepeda motor punya Zaki di sebuah penitipan motor di Desa Sentul. Kata yang menjaga, motor ini sudah parkir di sana sejak sekitar enam bulan yang lalu,” ujar Shobirin. Lokasi penitipan sepeda motor Honda C70 keluaran tahun 1978 itu hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah orangtua Ryan.

Catatan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang Ajun Komisaris Kasyanto BS menyebutkan, dua kemungkinan korban lainnya. Masing-masing bernama Agustinus F Setiawan, warga Jalan Dr Sutomo Jombang dan Vincentius Yudhi Priyono, yang tercatat sebagai warga Jalan Ngelo, Candirejo, Yogyakarta, dan juga warga Jalan KH Achmad Dahlan, Malang.

Penulis: Ingki Rinaldi   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!